4 Juni 2026 – Kemeriahan pertunjukan seni tradisional sisingaan yang seharusnya menjadi hiburan bagi warga berubah menjadi peristiwa memilukan di Kabupaten Bekasi. Di tengah antusiasme masyarakat yang memadati jalan untuk menyaksikan arak-arakan budaya tersebut, sebuah insiden listrik terjadi secara mendadak dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia serta dua lainnya mengalami luka bakar serius.
Peristiwa tragis itu terjadi di Kampung Cibeureum, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, pada Selasa, 2 Juni 2026. Korban merupakan anggota rombongan pertunjukan yang bertugas menarik dan mengawal gerobak sound system yang digunakan selama acara berlangsung.
Insiden tersebut sontak mengubah suasana yang semula meriah menjadi kepanikan. Warga yang berada di sekitar lokasi berlarian dan berusaha memberikan pertolongan setelah melihat sejumlah orang terjatuh dan tidak sadarkan diri di tengah jalan.
Pertunjukan Berjalan Lancar Sebelum Insiden Terjadi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan sisingaan saat itu tengah melanjutkan perjalanan setelah sebelumnya beristirahat sejenak. Gerobak sound system berukuran besar yang menjadi bagian dari iring-iringan didorong oleh beberapa anggota rombongan menyusuri jalan desa yang dipadati warga.
Sebelum kejadian, tidak terlihat adanya tanda-tanda yang mencurigakan. Pertunjukan berlangsung sebagaimana biasanya dengan iringan musik yang menghibur masyarakat di sepanjang rute perjalanan.
Namun situasi berubah dalam hitungan detik ketika rombongan melintasi area yang terdapat jaringan kabel listrik di atas jalan. Diduga terjadi kontak antara peralatan yang dibawa rombongan dengan instalasi listrik yang berada di sekitar lokasi.
Arus listrik kemudian menyebar dengan cepat dan mengenai sejumlah orang yang berada di dekat gerobak sound system.
Kepanikan Pecah di Tengah Kerumunan Warga
Detik-detik kejadian sempat terekam dalam video amatir yang kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat para anggota rombongan yang sedang mendorong gerobak tiba-tiba terjatuh secara bersamaan.
Suasana yang semula penuh hiburan langsung berubah menjadi mencekam. Teriakan warga terdengar di berbagai sudut jalan ketika melihat para korban terkapar di atas aspal.
Sejumlah penonton yang berada di lokasi tampak histeris dan berusaha menjauh dari sumber bahaya. Sementara warga lainnya mencoba memberikan bantuan kepada para korban sebelum petugas datang ke lokasi.
Peristiwa itu menimbulkan trauma bagi masyarakat yang menyaksikannya secara langsung, terutama karena terjadi secara tiba-tiba di tengah kegiatan budaya yang biasanya berlangsung aman dan penuh kegembiraan.
Dugaan Berawal dari Upaya Mengangkat Kabel Listrik
Hasil penyelidikan awal menunjukkan insiden bermula ketika salah satu anggota rombongan yang berada di atas gerobak sound system diduga berusaha mengangkat kabel listrik agar kendaraan dan peralatan yang dibawanya dapat melintas.
Dalam proses tersebut, korban diduga bersentuhan dengan aliran listrik sehingga menyebabkan sengatan yang kemudian merambat melalui struktur logam pada gerobak sound system.
Karena sebagian besar rangka gerobak terbuat dari besi, arus listrik diduga menyebar ke beberapa orang yang sedang memegang atau berada sangat dekat dengan peralatan tersebut.
Kondisi itu menyebabkan sejumlah anggota rombongan tersengat secara bersamaan, mengakibatkan korban berjatuhan dalam waktu yang hampir bersamaan.
Meski demikian, penyebab pasti insiden masih terus didalami oleh aparat kepolisian melalui pemeriksaan saksi, analisis lokasi kejadian, serta evaluasi terhadap kondisi jaringan listrik di area tersebut.
Tiga Korban Meninggal Dunia
Akibat insiden tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi maupun setelah mendapatkan penanganan awal. Ketiga korban masing-masing berinisial G (18), J (20), dan R (29).
Selain korban meninggal, dua orang lainnya mengalami luka bakar akibat sengatan listrik. Keduanya langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tim medis terus memantau perkembangan kondisi kedua korban guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Pihak keluarga juga mendapatkan pendampingan selama proses perawatan berlangsung.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat sekitar yang mengenal para korban sebagai bagian dari komunitas seni lokal.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Kumpulkan Keterangan Saksi
Pasca kejadian, aparat kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan penyelidikan. Area kejadian dipasang garis polisi guna mengamankan lokasi dan mencegah gangguan terhadap proses investigasi.
Tim identifikasi forensik melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan berbagai bukti yang dapat membantu mengungkap kronologi secara lengkap. Selain itu, sejumlah saksi yang berada di lokasi juga dimintai keterangan.
Penyidik turut berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait kondisi korban yang selamat serta melakukan pendalaman terhadap faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut.
Pengingat Penting Soal Keselamatan dalam Kegiatan Keramaian
Tragedi ini menjadi pengingat penting mengenai aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan masyarakat, terutama yang melibatkan kendaraan, peralatan berukuran besar, serta penggunaan instalasi listrik berdaya tinggi.
Keberadaan kabel listrik yang melintang di area publik memerlukan perhatian khusus ketika dilalui oleh kendaraan atau perlengkapan dengan ketinggian tertentu. Koordinasi antara penyelenggara acara, aparat keamanan, dan pihak terkait menjadi faktor penting untuk mencegah risiko kecelakaan serupa.
Masyarakat Bekasi kini masih berduka atas peristiwa yang merenggut tiga nyawa tersebut. Sementara itu, proses penyelidikan terus berjalan guna memastikan penyebab pasti insiden dan menentukan langkah-langkah pencegahan agar tragedi serupa tidak kembali terulang pada kegiatan masyarakat di masa mendatang. (Redaksi)

