29 Mei 2026 – Budaya membaca sering kali dianggap sebagai salah satu indikator penting kemajuan suatu daerah. Semakin tinggi minat membaca masyarakat, semakin besar pula peluang terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Menariknya, provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Indonesia ternyata bukan berasal dari Pulau Jawa.
Berdasarkan survei terbaru mengenai Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) yang dilakukan Perpustakaan Nasional pada 2025 dan diperbarui pada Februari 2026, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menempati posisi teratas sebagai provinsi dengan masyarakat paling gemar membaca di Indonesia.
Hasil survei menunjukkan bahwa tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia secara nasional berada pada angka 54,80 persen. Nilai tersebut masih masuk dalam kategori sedang. Meski demikian, sejumlah daerah berhasil mencatatkan skor yang cukup tinggi dan mendekati kategori tinggi.
Tingkat Kegemaran Membaca sendiri merupakan ukuran perilaku masyarakat dalam memperoleh pengetahuan dan informasi melalui berbagai media, baik buku, media digital, surat kabar, maupun sumber bacaan lainnya. Penilaian dilakukan menggunakan metode survei dengan pengukuran pada beberapa dimensi utama yang berkaitan dengan kebiasaan membaca masyarakat.
Dalam survei tersebut, skor dibagi menjadi lima kategori, yakni sangat rendah dengan rentang nilai 0 hingga 20, rendah pada 20,01 hingga 40, sedang pada 40,01 hingga 60, tinggi pada 60,01 hingga 80, serta sangat tinggi pada 80,01 hingga 100.
Semakin besar skor yang diperoleh suatu daerah, maka semakin baik pula budaya membaca masyarakat di wilayah tersebut. NTT berhasil mencatat skor sebesar 62,05 persen dan masuk kategori tinggi. Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat di provinsi tersebut memiliki kebiasaan membaca yang cukup baik dibandingkan daerah lainnya di Indonesia.
Posisi kedua ditempati oleh Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan skor 61,19 persen, disusul Sumatera Selatan yang memperoleh nilai 60,86 persen. Selain itu, Maluku Utara dan Kalimantan Barat juga masuk dalam jajaran lima besar provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi.
Berikut daftar 10 provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Indonesia:
1. Nusa Tenggara Timur – 62,05 persen
2. Nusa Tenggara Barat – 61,19 persen
3. Sumatera Selatan – 60,86 persen
4. Maluku Utara – 60,66 persen
5. Kalimantan Barat – 59,85 persen
6. Sulawesi Selatan – 59,84 persen
7. Sulawesi Tengah – 59,51 persen
8. Sumatera Barat – 59,42 persen
9. Sumatera Utara – 59,36 persen
10. Kepulauan Riau – 59,33 persen
Dominasi provinsi di luar Pulau Jawa dalam daftar tersebut menjadi perhatian tersendiri. Selama ini Pulau Jawa kerap dianggap sebagai pusat pendidikan dan akses informasi terbesar di Indonesia. Namun, data terbaru justru menunjukkan bahwa sejumlah daerah di luar Jawa mampu membangun budaya literasi yang lebih kuat.
Meski belum menempati posisi teratas nasional, beberapa provinsi di Pulau Jawa tetap menunjukkan angka yang cukup baik. Jawa Barat menjadi provinsi dengan skor TGM tertinggi di Pulau Jawa dengan nilai 59,19 persen. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan skor 58,86 persen, sementara DKI Jakarta berada di peringkat ketiga di wilayah Jawa dengan nilai 57,23 persen.
Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa minat baca masyarakat Indonesia terus berkembang, meskipun masih berada pada level sedang secara nasional. Pemerataan akses pendidikan, penguatan perpustakaan daerah, serta meningkatnya penggunaan media digital dinilai turut mendorong tumbuhnya budaya membaca di berbagai wilayah Indonesia.
Ke depan, peningkatan literasi masyarakat diharapkan tidak hanya berdampak pada kualitas pendidikan, tetapi juga mampu memperkuat daya saing bangsa di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat. (Redaksi)

