27 Mei 2026 – Momen tak biasa terjadi di Kabupaten Mojokerto saat seekor sapi kurban mendadak terperosok ke dalam septic tank di sebuah permukiman warga. Insiden yang mengejutkan warga tersebut langsung memicu upaya penyelamatan besar-besaran. Petugas pemadam kebakaran bersama relawan harus bekerja keras selama lebih dari tiga jam demi menyelamatkan hewan berukuran besar itu dalam kondisi masih hidup.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Ardilangu, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto. Sapi milik seorang warga bernama Sutrisno itu tiba-tiba jatuh ke dalam lubang septic tank dengan kedalaman sekitar enam meter.

Insiden tersebut segera mengundang perhatian warga sekitar. Tidak sedikit masyarakat yang berdatangan untuk menyaksikan proses penyelamatan yang berlangsung cukup menegangkan.

Mengingat ukuran tubuh sapi yang besar serta kondisi lubang yang sempit, proses evakuasi menjadi tantangan berat bagi petugas. Tim penyelamat dari Pos Damkar Mojoanyar bersama sejumlah relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Operasi penyelamatan pun tidak berlangsung mudah.

Petugas harus menyiapkan berbagai perlengkapan khusus untuk mengangkat sapi dari dasar lubang. Salah satu metode yang digunakan adalah pemasangan dua tripod katrol sekaligus guna membantu proses pengangkatan hewan tersebut.

Penggunaan alat itu diperlukan karena bobot sapi yang cukup besar membuat proses evakuasi tidak mungkin dilakukan secara manual.

Namun tantangan terbesar justru berasal dari ukuran lubang septic tank yang sangat sempit. Diameter lubang diperkirakan hanya sekitar satu meter sehingga menyulitkan petugas dalam menjangkau tubuh sapi.

Kondisi itu membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati. Untuk memasang tali pengaman ke tubuh sapi, dua petugas bahkan harus turun langsung ke dasar lubang.

Proses pemasangan tali beberapa kali mengalami hambatan. Tali yang telah dipasang berulang kali terlepas akibat posisi sapi yang terus berubah.

Kondisi fisik sapi yang mulai melemah turut memperumit proses evakuasi. Hewan tersebut semakin sulit dikendalikan karena tubuhnya terlihat kelelahan setelah berada cukup lama di dalam ruang sempit.

Tim penyelamat pun berpacu dengan waktu.

Selain kedalaman lubang, keterbatasan sirkulasi udara di dalam septic tank menjadi perhatian utama petugas. Ruang tertutup seperti itu berpotensi memiliki kadar oksigen yang rendah sehingga dapat membahayakan keselamatan sapi maupun petugas yang turun ke bawah.

Untuk mengatasi hal tersebut, petugas beberapa kali menyalakan mesin blower guna menambah pasokan udara ke dasar lubang.

Langkah itu dilakukan agar kondisi di dalam lubang tetap memungkinkan selama proses penyelamatan berlangsung.

Evakuasi mulai dilakukan sejak sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Namun prosesnya memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan awal.

Upaya demi upaya terus dilakukan hingga akhirnya sekitar pukul 19.20 WIB sapi berhasil dikeluarkan dari dalam septic tank.

Meski berhasil diangkat ke permukaan, perjuangan petugas belum sepenuhnya berakhir.

Ukuran tubuh sapi yang jauh lebih besar dibanding mulut lubang menyebabkan petugas dan relawan harus mengerahkan tenaga ekstra untuk menarik tubuh hewan tersebut keluar sepenuhnya.

Momen pengangkatan terakhir menjadi salah satu bagian paling menegangkan dalam proses evakuasi. Belasan petugas dan relawan bahu-membahu menarik tali agar sapi dapat melewati lubang sempit tanpa mengalami cedera lebih parah.

Setelah berhasil sampai di permukaan, kondisi sapi tampak sangat lemas akibat kelelahan dan berada terlalu lama di ruang sempit.

Meski demikian, keberhasilan penyelamatan tersebut disambut lega warga yang sejak awal ikut memantau jalannya proses evakuasi.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa keberadaan lubang terbuka maupun fasilitas bawah tanah di area permukiman perlu mendapatkan perhatian serius demi menghindari kejadian serupa.

Di sisi lain, peristiwa tersebut juga memperlihatkan kerja cepat petugas dan relawan dalam menghadapi situasi darurat yang tidak biasa. Meski penuh kendala dan memakan waktu lama, upaya penyelamatan akhirnya membuahkan hasil.

Berkat kerja sama dan ketekunan tim di lapangan, sapi kurban itu akhirnya berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup, meski harus melalui perjuangan panjang yang penuh tantangan. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *