25 Mei 2026 – Malam yang seharusnya menjadi panggung perpisahan penuh kenangan bagi Pep Guardiola justru berakhir dengan kekecewaan. Manchester City menutup perjalanan mereka di Liga Inggris musim 2025/2026 dengan hasil pahit setelah takluk 1-2 dari Aston Villa di Etihad Stadium. Kekalahan tersebut bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga menjadi penutup era Guardiola bersama The Citizens setelah sang pelatih dipastikan meninggalkan klub pada musim panas ini.

Atmosfer emosional sudah terasa bahkan sebelum pertandingan dimulai. Para pendukung Manchester City datang dengan satu tujuan, memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama bertahun-tahun mengubah wajah klub menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris dan Eropa. Namun di balik suasana haru itu, Aston Villa datang membawa ambisi besar mereka sendiri untuk menutup musim dengan hasil maksimal.

Manchester City memulai laga dengan intensitas tinggi. Seperti biasanya, tim tuan rumah langsung menguasai penguasaan bola dan mencoba mendikte ritme permainan sejak menit-menit awal.

Peluang pertama hadir melalui skema serangan cepat dari sisi sayap. Savinho mengirimkan umpan tarik ke area berbahaya yang berhasil diterima Tijjani Reijnders. Gelandang tersebut memiliki ruang cukup terbuka untuk menembak, tetapi penyelesaian akhirnya masih belum tepat sasaran.

Tidak lama berselang, City kembali menebar ancaman. Bernardo Silva berhasil melepaskan diri dari penjagaan pemain Aston Villa dan memperoleh kesempatan emas di dalam kotak penalti. Namun kiper Marco Bizot tampil gemilang dengan melakukan blok menggunakan kaki dan menggagalkan peluang tersebut.

Tekanan bertubi-tubi Manchester City akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23.

Gol pembuka lahir melalui situasi bola mati. Tijjani Reijnders mengirimkan sepak pojok yang sempat dihalau lini belakang Aston Villa. Bola liar kemudian jatuh di area berbahaya dan langsung disambar Antoine Semenyo untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Gol itu disambut sorak sorai ribuan suporter di Etihad. City tampak berada di jalur yang tepat untuk menutup musim sekaligus memberikan hadiah perpisahan manis kepada Guardiola.

Namun Aston Villa menunjukkan alasan mengapa mereka mampu bersaing di papan atas musim ini. Tim asuhan Unai Emery tampil tenang dan perlahan mulai menemukan celah di pertahanan tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Villa langsung memberikan kejutan cepat. Baru dua menit setelah pertandingan kembali dimulai, Ollie Watkins sukses mencetak gol penyeimbang.

Gol tersebut berawal dari situasi sepak pojok yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh lini pertahanan Manchester City. Bola yang gagal disapu dengan baik dimanfaatkan Watkins untuk menjebol gawang dan membuat skor kembali imbang 1-1.

Gol itu mengubah jalannya pertandingan. Aston Villa semakin percaya diri, sementara City mulai kehilangan ketenangan.

Tekanan tim tamu akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-63. Ollie Watkins sekali lagi menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Manchester City.

Penyerang andalan Villa tersebut menerima umpan lambung sebelum bergerak cepat menuju kotak penalti. Dengan kontrol bola yang baik, Watkins sukses melewati John Stones dan berhadapan langsung dengan James Trafford. Dengan penyelesaian dingin, ia menempatkan bola ke gawang dan membawa Aston Villa berbalik unggul 2-1.

Sempat muncul ketegangan sesaat ketika wasit melakukan pemeriksaan VAR untuk memastikan posisi Watkins. Pendukung City berharap gol itu dianulir karena dugaan offside. Namun setelah peninjauan selesai, gol dinyatakan sah.

Tertinggal satu gol membuat Manchester City meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan. Berbagai upaya dilakukan demi menghindari kekalahan pada laga terakhir Guardiola.

Harapan sempat muncul pada menit ke-89 ketika Phil Foden berhasil menjebol gawang Aston Villa setelah menerima umpan terobosan Mateo Kovacic. Stadion sempat bergemuruh menyambut gol tersebut.

Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Wasit kembali memanfaatkan teknologi VAR untuk meninjau proses gol. Hasilnya, Foden dinyatakan berada dalam posisi offside sehingga gol tersebut dianulir.

Keputusan itu menjadi pukulan telak bagi Manchester City. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Aston Villa.

Kekalahan tersebut menandai akhir perjalanan Manchester City musim ini dengan posisi runner-up klasemen. The Citizens mengoleksi 78 poin dari 38 pertandingan, terpaut tujuh angka dari Arsenal yang berhasil keluar sebagai juara Liga Inggris musim ini.

Sementara Aston Villa semakin mempertegas status mereka sebagai salah satu kekuatan baru di kompetisi. Tim asuhan Unai Emery menutup musim dengan 65 poin dan sukses mengamankan posisi di zona Liga Champions.

Namun lebih dari sekadar hasil pertandingan, laga ini akan dikenang sebagai akhir perjalanan Pep Guardiola bersama Manchester City. Selama masa kepemimpinannya, Guardiola berhasil membawa klub meraih berbagai gelar bergengsi dan membentuk era keemasan yang sulit dilupakan.

Meski perpisahan itu tidak ditutup dengan kemenangan, warisan Guardiola di Etihad tetap akan dikenang sebagai salah satu bab paling bersejarah dalam perjalanan Manchester City. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *