Jakarta, 28 Desember 2025 – Pertumbuhan volume angkutan bahan bakar minyak sebesar 6,9 persen yang dicapai PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara menjelang akhir tahun 2025 mencerminkan tren positif dalam kinerja operasional perusahaan. Hingga empat hari sebelum pergantian tahun, total volume yang berhasil diangkut mencapai 322.215 ton, melampaui target program yang ditetapkan sebesar 302.490 ton. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa KAI tidak hanya mampu memenuhi target tetapi juga responsif terhadap peningkatan permintaan yang terjadi sepanjang tahun, termasuk lonjakan kebutuhan di akhir tahun.
Angka pertumbuhan 6,9 persen ini merupakan akumulasi dari berbagai upaya perbaikan dan optimalisasi yang dilakukan sepanjang tahun 2025. Mulai dari peningkatan frekuensi perjalanan, optimalisasi muatan per gerbong, hingga perbaikan waktu tempuh yang membuat distribusi lebih efisien. Setiap persen pertumbuhan merepresentasikan ribuan ton bahan bakar tambahan yang berhasil didistribusikan ke masyarakat, berkontribusi langsung terhadap stabilitas energi dan pertumbuhan ekonomi regional. Pencapaian ini juga mencerminkan kepercayaan yang semakin besar dari PT Pertamina terhadap kapabilitas KAI sebagai mitra distribusi.
Pertumbuhan yang konsisten ini tidak hanya menguntungkan KAI dari sisi bisnis tetapi juga memberikan manfaat luas bagi ekosistem energi Sumatera Utara. Dengan volume distribusi yang lebih besar, biaya per unit dapat ditekan sehingga memberikan efisiensi dalam rantai pasokan. Efisiensi ini pada akhirnya dapat berkontribusi pada stabilitas harga bahan bakar di tingkat konsumen. Selain itu, pertumbuhan volume juga berarti lebih banyak lapangan pekerjaan yang tercipta di sepanjang rantai distribusi, dari operator gerbong hingga petugas bongkar muat di stasiun-stasiun.
Momentum pertumbuhan di tahun 2025 ini menjadi landasan kuat untuk penetapan target yang lebih ambisius di tahun 2026. KAI Divre I Sumut telah membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik dan komitmen yang kuat, pertumbuhan berkelanjutan dapat dicapai bahkan di tengah berbagai tantangan. Capaian 6,9 persen di tahun 2025 bukan titik akhir tetapi merupakan pijakan untuk melangkah lebih jauh dalam mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara di tahun-tahun mendatang.
(Redaksi)

