Jakarta, 28 Desember 2025 – Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Anne Purba menegaskan bahwa program diskon 30 persen untuk kereta ekonomi komersial memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi selama masa Nataru. Kebijakan ini tidak hanya memudahkan mobilitas individu tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor yang terkait dengan transportasi dan pariwisata. Meningkatnya arus penumpang kereta api membawa dampak positif bagi UMKM, pedagang kecil, dan jasa transportasi lanjutan di berbagai daerah.

Program tarif terjangkau ini dirancang sebagai stimulus ekonomi yang menggerakkan berbagai lini usaha di wilayah yang terhubung jaringan kereta api. Pedagang makanan dan minuman di stasiun, pengemudi ojek dan taksi, hingga pengelola penginapan merasakan peningkatan pendapatan akibat lonjakan penumpang. Sektor pariwisata di destinasi yang dilayani kereta api juga mendapat keuntungan dari kemudahan akses dengan biaya transportasi lebih rendah. Dampak multiplier ekonomi dari program ini menjangkau hingga lapisan masyarakat terbawah.

Anne Purba menjelaskan filosofi di balik kebijakan pemerintah melalui KAI ini dengan pernyataannya, “Kereta api menjadi pilihan perjalanan banyak masyarakat pada masa libur akhir tahun. Pemerintah melalui KAI memastikan masyarakat tetap memiliki akses perjalanan yang aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus mendukung pergerakan ekonomi di berbagai daerah.” Integrasi antara pelayanan transportasi dan pemberdayaan ekonomi menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program ini.

Keberhasilan program diskon dalam menstimulasi ekonomi lokal membuktikan pentingnya kebijakan transportasi yang inklusif dan terjangkau. Dengan lebih dari satu juta tiket terjual, dampak ekonomi yang dihasilkan diperkirakan mencapai miliaran rupiah di berbagai sektor. KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program serupa yang tidak hanya melayani kebutuhan transportasi tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan transportasi berkelanjutan.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *