Jakarta, 27 Desember 2025 – Diskon 30 persen untuk Kereta Api Ekonomi Komersial menjadi pilar utama program keterjangkauan transportasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama periode Nataru 2025/2026. Pemerintah melalui KAI menetapkan tingkat diskon yang signifikan ini berdasarkan kajian mendalam tentang kemampuan ekonomi masyarakat dan elastisitas harga permintaan transportasi, memastikan bahwa potongan harga cukup besar untuk mengubah keputusan pembelian namun tetap sustainable secara operasional dan finansial bagi perusahaan dalam jangka panjang.
Program yang berlaku dari 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 ini telah menjual 1.139.481 tiket dari total 1.509.080 kursi yang disediakan hingga 27 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, mencapai tingkat okupansi 76 persen. Diskon 30 persen memberikan penghematan substansial bagi penumpang kelas ekonomi, memungkinkan mereka mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain selama perjalanan seperti makanan, akomodasi, atau belanja oleh-oleh, menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menyatakan bahwa tingkat diskon 30 persen dipilih dengan pertimbangan matang. “Melalui KAI, pemerintah berupaya menjaga keterjangkauan transportasi selama Nataru agar masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Mobilitas yang terjaga ini juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” jelasnya. Diskon ini merupakan salah satu yang tertinggi dalam sejarah program Angkutan Nataru, mencerminkan keberpihakan pemerintah yang sangat kuat kepada masyarakat kelas menengah ke bawah.
Total penjualan tiket Nataru mencapai 3.251.764 dari 3.506.104 kursi untuk periode 18 Desember 2025-4 Januari 2026. Kereta jarak jauh mencatat okupansi 99,4 persen dengan 2.744.263 tiket terjual. Kereta lokal mencapai 68,1 persen dengan 507.501 tiket. Diskon 30 persen Ekonomi Komersial ini membuktikan bahwa keterjangkauan dapat dicapai melalui kebijakan pricing yang bold namun calculated.
(Redaksi)

