Jakarta, 22 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadikan periode Nataru 2025 sebagai momentum untuk memperkuat antisipasi arus keberangkatan di stasiun-stasiun utama. Momentum ini dipilih mengingat volume perjalanan yang sangat tinggi selama masa libur akhir tahun, yang menciptakan tantangan dalam pengelolaan arus penumpang. Hingga 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket telah mencapai 2.447.504 dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan selama masa angkutan 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Stasiun-stasiun utama yang menjadi fokus penguatan antisipasi mencakup Pasar Senen dengan volume keberangkatan 214.737 pelanggan, Yogyakarta sebanyak 147.092 pelanggan, dan Gambir dengan 144.251 pelanggan. Stasiun lainnya seperti Lempuyangan, Surabaya Pasar Turi, Bandung, Surabaya Gubeng, Semarang Tawang, Bekasi, dan Purwokerto juga mencatat arus keberangkatan yang tinggi sejak awal periode Nataru. Penguatan antisipasi di stasiun-stasiun ini menjadi krusial mengingat prediksi cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi kelancaran perjalanan.
Pergerakan pelanggan harian menunjukkan peningkatan konsisten dengan volume mencapai 223.588 pelanggan pada 21 Desember 2025, naik dari 157.301 pelanggan pada hari pertama periode angkutan. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa momentum Nataru digunakan untuk memperkuat berbagai aspek antisipasi. “Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun dan tidak mepet dengan jadwal keberangkatan. Antisipasi kepadatan jalan akibat hujan penting dilakukan agar pelanggan terhindar dari risiko tertinggal kereta dan dapat memulai perjalanan dengan tenang,” jelasnya mengenai salah satu fokus penguatan.
Penguatan antisipasi mencakup peningkatan kesiapan operasional, penyediaan fasilitas pengering payung untuk kenyamanan pelanggan, dan koordinasi yang lebih erat dengan berbagai pihak terkait. KAI juga melakukan monitoring intensif terhadap arus keberangkatan di stasiun-stasiun utama untuk mengidentifikasi potensi kendala sejak dini. Dengan memanfaatkan momentum Nataru untuk penguatan antisipasi, KAI berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dan memastikan arus keberangkatan di stasiun utama dapat dikelola dengan efektif dan efisien.
(Redaksi)

