Jakarta, 9 Desember 2025 – Aspek keselamatan menjadi prioritas utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang dalam menyongsong Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Perusahaan pelat merah ini memusatkan perhatian pada keamanan perlintasan sebidang, khususnya di lintas Prabumulih–Muara Enim yang memiliki volume lalu lintas tinggi. Berbagai program keselamatan diintensifkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan di area rawan tersebut.

Menurut Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, program sosialisasi keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan telah menunjukkan dampak positif. Tren penurunan angka kecelakaan di perlintasan sebidang menjadi bukti nyata keberhasilan edukasi kepada masyarakat. “Pada tahun 2025 tercatat 27 kejadian kecelakaan dengan 6 korban meninggal. Angka ini turun 43% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 dengan 48 kejadian dan 27 korban meninggal. Penurunan ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi dan konsistensi sosialisasi keselamatan bersama para pemangku kepentingan,” papar Aida.

Keselamatan di perlintasan sebidang bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban hukum yang mengikat. UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 secara tegas mewajibkan pengguna jalan memberikan prioritas kepada kereta api saat melintas di perpotongan sebidang. Pelanggaran atas ketentuan ini dikenakan sanksi pidana berdasarkan Pasal 199 ayat 1 undang-undang tersebut dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 296, berupa kurungan maksimal tiga bulan atau denda hingga tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.

Upaya pencegahan dilakukan melalui berbagai strategi meliputi pemasangan spanduk imbauan, distribusi brosur edukasi, kampanye melalui media sosial, edukasi langsung kepada pengguna jalan, dan kegiatan di lokasi perlintasan. KAI Divre III Palembang juga melakukan penyimpitan perlintasan sebidang di Kilometer 361 plus nol per satu antara Stasiun Gelumbang dan Serdang, serta menutup tujuh belas perlintasan liar selama tahun 2025. Aida menekankan pentingnya menerapkan prinsip BERTEMAN yaitu Berhenti, Tengok kanan kiri, Aman, dan Jalan, sambil mengingatkan bahwa keselamatan jauh lebih penting daripada terburu-buru dalam berkendara.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *