Jakarta, 29 November 2025 – Keragaman destinasi kota wisata yang terhubung melalui sepuluh kereta api dengan pemesanan tertinggi menunjukkan kekayaan potensi pariwisata Indonesia. Dari metropolitan Jakarta dan Surabaya, kota budaya Solo dan Yogyakarta, kota historis Blitar, destinasi alam Banyuwangi dan Purwokerto, hingga kota-kota di Sumatra seperti Palembang dan Lampung, semuanya dapat diakses dengan nyaman melalui jaringan kereta api. Total 717.203 tiket yang terjual hingga 29 November 2025 pukul 08.00 WIB membuktikan tingginya minat masyarakat menjelajahi keberagaman ini.

Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba menjelaskan bahwa setiap destinasi menawarkan karakteristik unik yang memperkaya pengalaman liburan. Jakarta dengan Kota Tua, Ancol, dan Taman Mini memberikan pengalaman urban yang lengkap, sementara Surabaya menyajikan kombinasi wisata sejarah dan kuliner khas Jawa Timur. Solo menghadirkan kekayaan budaya Jawa dengan keraton dan industri batiknya, sedangkan Yogyakarta tetap menjadi magnet wisatawan dengan Malioboro dan situs warisan dunia di sekitarnya.

Blitar dengan nilai historis Makam Bung Karno dan Istana Gebang menarik wisatawan yang mencari pengalaman edukatif tentang sejarah kemerdekaan Indonesia. Banyuwangi menghadirkan petualangan alam melalui Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, dan Taman Nasional Alas Purwo yang menantang para pecinta alam. “Relasi Jakarta – Purwokerto melalui KA Serayu juga mencatat permintaan tinggi dari pelanggan yang ingin menikmati kawasan Baturraden dan suasana kota Purwokerto yang dikenal ramah dan kaya pilihan kuliner,” papar Anne.

Untuk wilayah Sumatra, Palembang menawarkan ikon Jembatan Ampera dan kelezatan pempek yang legendaris, sementara Lampung menghadirkan Menara Siger, pantai-pantai indah di Lampung Selatan, dan kawasan konservasi Way Kambas yang menjadi rumah bagi gajah Sumatra. Konektivitas yang dihadirkan KAI melalui kesepuluh kereta api unggulan ini membuktikan peran strategis transportasi kereta api dalam mendukung pemerataan kunjungan wisata dan pengembangan ekonomi daerah.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *