Jakarta, 7 Desember 2025 – Cirebon mencuri perhatian sebagai salah satu kota yang mencatat peningkatan signifikan dalam pergerakan wisatawan mancanegara melalui layanan kereta api. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero), dari total 644.556 wisman yang menggunakan layanan kereta jarak jauh sepanjang Januari–November 2025, Cirebon menjadi salah satu titik yang lonjakannya cukup tajam. Lonjakan ini menunjukkan bahwa kota tersebut makin diperhitungkan sebagai destinasi budaya dan kuliner oleh para turis asing.
Pada November 2025, sebanyak 42.596 wisman tercatat menggunakan kereta api untuk menjangkau berbagai kota. Di antara sepuluh stasiun keberangkatan tertinggi, Cirebon tercatat menyumbang 986 penumpang. Angka ini terus meningkat dari waktu ke waktu, memperlihatkan bahwa daya tarik wisata kota ini semakin kuat di mata pelancong internasional.
Sebagai kota yang kaya akan sejarah, Cirebon menawarkan berbagai pengalaman otentik yang membuat wisatawan tertarik menjelajahinya. Bangunan-bangunan tua, tradisi panjang, dan kuliner khas seperti empal gentong dan nasi jamblang menjadi magnet yang sulit dilewatkan. Dengan kemudahan akses menggunakan kereta api, semakin banyak turis yang menjadikan Cirebon sebagai bagian dari rute perjalanan mereka.
Stasiun-stasiun besar seperti Gambir, Yogyakarta, Bandung, Pasarsenen, Surabaya Gubeng, Semarang Tawang, Surabaya Pasar Turi, Malang, dan Solo Balapan masih mendominasi jumlah keberangkatan wisman. Namun, peningkatan Cirebon memperlihatkan pemerataan minat wisata rel yang mulai meluas ke kota-kota dengan kekuatan budaya yang kuat.
Kereta api memudahkan turis asing mengakses berbagai destinasi top seperti Bromo, Kawah Ijen, dan Candi Borobudur, serta kawasan heritage di Semarang, Bandung, dan Surakarta. Kini, Cirebon ikut masuk dalam daftar tersebut sebagai kota yang menawarkan pengalaman visual dan budaya yang memikat melalui jalur rel.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba menilai tren naiknya kunjungan wisman ke Cirebon sebagai sinyal positif bagi perkembangan ekonomi lokal.
“Meningkatnya jumlah wisman turut menggerakkan perekonomian lokal dan membuka peluang bagi UMKM di sekitar stasiun. Kereta api menghadirkan pengalaman perjalanan yang hangat dan inklusif sehingga banyak wisatawan merasa lebih dekat dengan budaya Indonesia,” ungkap Anne.
Anne menegaskan bahwa KAI akan terus memperkuat akses dan layanan yang memungkinkan kota-kota seperti Cirebon tumbuh sebagai destinasi wisata berbasis budaya. KAI optimistis bahwa perjalanan kereta api akan terus menjadi pilihan utama wisman di masa mendatang.
“KAI optimistis kereta api akan terus menjadi pilihan wisatawan mancanegara dan berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Anne. (Redaksi)

