Jakarta, 29 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan 35 trainset Stainless Steel New Generation (SSNG) produksi PT INKA, dengan total 612 unit kereta, sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan. Langkah ini dilakukan menjelang musim Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.
Armada baru ini tidak hanya menambah kapasitas, tetapi juga menghadirkan standar layanan lebih modern, aman, dan nyaman. Rangkaian SSNG dilengkapi fasilitas lengkap, interior ergonomis, dan teknologi pengoperasian terbaru yang mendukung keandalan perjalanan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa kehadiran kereta baru menjadi bagian dari strategi penguatan operasional. “Kehadiran 35 trainset baru ini memperkuat kesiapan operasional kami. Sarana yang lebih modern dan andal ini kami hadirkan agar pelanggan merasakan kualitas layanan yang lebih baik selama masa Nataru,” ujar Bobby.
Rangkaian baru ini melayani kelas Eksekutif dan Ekonomi, termasuk penggantian armada KA Turangga dan KA Argo Wilis. Pembaruan ini memastikan perjalanan jarak jauh tetap lancar, aman, dan nyaman.
KAI Group menyediakan total 49.635.448 tempat duduk dan mengoperasikan 40.493 perjalanan kereta. Penambahan 54 perjalanan KA Antarkota per hari juga diterapkan untuk rute dengan permintaan tinggi.
Hingga 29 November 2025, pemesanan tiket menunjukkan tren positif, dengan 715.950 tiket telah terjual dari kapasitas 3,5 juta kursi. Program diskon 30 persen juga diminati masyarakat, tercatat 243.057 tiket telah dibeli.
Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba menyebut bahwa kereta baru menjadi fondasi jangka panjang dalam pelayanan. “KAI berkomitmen menjaga perjalanan Nataru tahun ini tetap lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan. Kami berharap masyarakat dapat menikmati pengalaman bepergian yang lebih baik melalui layanan yang terus ditingkatkan,” tutup Anne.
Dengan armada baru, KAI memastikan kesiapan layanan tidak hanya untuk musim liburan, tetapi juga sebagai solusi berkelanjutan bagi kualitas perjalanan kereta api nasional. (Redaksi)

