Jakarta, 25 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) menetapkan kesiapan penuh dalam menghadapi Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan fokus pada mitigasi risiko teknis. KAI secara strategis menempatkan 17 kereta pembangkit cadangan di titik-titik krusial di wilayah operasi untuk menjamin pasokan daya listrik dalam rangkaian kereta jika terjadi kendala pada sarana utama.
Penempatan sarana back up ini, bersama dengan 19 lokomotif dan 3 crane, menunjukkan keseriusan KAI dalam menjaga performansi perjalanan tetap terjaga selama 18 hari masa angkutan. Kesiapan ini diintegrasikan dengan pengaktifan Posko Terpadu Nataru yang bertugas memantau kondisi operasional secara real time.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa keselamatan adalah tujuan utama KAI. Kesiapan operasional didukung oleh penguatan infrastruktur berupa pemasangan 84.525 meter rel baru dan ramp check bersama DJKA. KAI Group telah menyiapkan total 40.493 perjalanan kereta api.
“Kami menetapkan keselamatan sebagai tujuan utama, menjaga performansi perjalanan, dan meningkatkan kenyamanan pelanggan pada seluruh tahapan perjalanan,” ujar Bobby Rasyidin. KAI juga memberikan kemudahan melalui diskon 30 persen tiket Ekonomi Komersial untuk 1.509.080 pelanggan dan dukungan terhadap Program Motis.
(Redaksi)

