Jakarta, 9 November 2025 – Tarif terjangkau yang ditawarkan KA Rajabasa terbukti menjadi faktor kuat dalam mendorong peningkatan minat pelanggan sepanjang 2025. Layanan ini berada di bawah skema Public Service Obligation (PSO) sehingga tarif perjalanan paling jauh hanya Rp32.000. Tarif ini sangat membantu masyarakat dalam mengakses mobilitas lintas dua provinsi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Peningkatan jumlah pelanggan sebesar 7,8 persen pada Januari–Oktober 2025 menjadi bukti nyata tingginya minat masyarakat. Data KAI mencatat total 557.872 pelanggan telah menggunakan layanan KA Rajabasa dalam periode tersebut. Angka ini menunjukkan konsistensi permintaan masyarakat terhadap moda transportasi yang murah, aman, dan dapat diandalkan.

Sebagai bagian dari PSO, tarif bersubsidi diberikan pemerintah melalui DJKA Kementerian Perhubungan agar seluruh masyarakat dapat menikmati transportasi publik yang terjangkau. “Melalui PSO, KAI memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati transportasi yang aman, terjangkau, dan berkesinambungan,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Keterjangkauan tarif ini tidak mengurangi kualitas layanan. KAI terus memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan KA Rajabasa, termasuk melalui peningkatan perawatan sarana, fasilitas stasiun, dan evaluasi rutin ketepatan waktu. Perjalanan sepanjang 388 kilometer ditempuh dalam waktu sekitar 9 jam 20 menit dengan standar keselamatan yang terjaga.

Kemudahan akses layanan digital melalui Access by KAI juga turut mendorong pelanggan untuk memilih KA Rajabasa. Pemesanan tiket dapat dilakukan secara praktis, sehingga memudahkan pelanggan dalam merencanakan perjalanan baik mendadak maupun terjadwal.

Tarif murah juga mendukung mobilitas pelaku usaha kecil dan pedagang antarwilayah yang sangat bergantung pada biaya perjalanan efisien. Banyak pelaku UMKM menggunakan KA Rajabasa untuk mengangkut barang jualan mereka atau mencari bahan baku dengan biaya minim namun tetap terjamin keamanannya.

Selain itu, layanan ini memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat yang ingin bepergian ke berbagai kota seperti Prabumulih, Baturaja, Martapura, dan Kotabumi tanpa harus merogoh kocek besar. Hal ini memperkuat peran KA Rajabasa sebagai moda transportasi publik yang tetap relevan bagi semua kalangan.

Dengan dukungan pemerintah dan pengoperasian yang stabil, KAI berharap tarif terjangkau KA Rajabasa dapat terus mendorong minat masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatra Selatan dan Lampung. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *