Jakarta, 9 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan berbagai peningkatan layanan dalam pengoperasian KA Rajabasa yang melayani lintas Tanjungkarang–Kertapati. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan transportasi publik yang memberikan rasa aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat Sumatra Selatan dan Lampung. KA Rajabasa menjadi salah satu moda perjalanan yang paling banyak digunakan masyarakat di dua provinsi tersebut.
Lonjakan mobilitas sepanjang 2025 mendorong KAI memperkuat aspek ketepatan waktu perjalanan. Perusahaan menyebutkan bahwa evaluasi operasional terus dilakukan setiap bulan untuk memastikan standar pelayanan tetap tercapai. “Melalui PSO, KAI memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati transportasi yang aman, terjangkau, dan berkesinambungan,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.
Dalam pengoperasiannya, KA Rajabasa menempuh jarak 388 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 9 jam 20 menit. Keandalan jadwal menjadi faktor penting yang dijaga KAI agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel. Selain itu, keberadaan layanan ini turut menjawab kebutuhan mobilitas harian pekerja, mahasiswa, hingga pelaku usaha.
KAI juga terus memantau performa armada untuk memastikan perjalanan berlangsung tanpa hambatan. Pemeriksaan sarana dan prasarana dilakukan secara berkala, termasuk pengecekan sinyal, rel, hingga perawatan lokomotif dan rangkaian. Langkah ini diambil agar tingkat keselamatan dan keandalan layanan tetap dalam kondisi optimal.
Di sisi layanan pelanggan, peningkatan juga dilakukan melalui penyediaan informasi perjalanan yang lebih komprehensif. Aplikasi Access by KAI menjadi salah satu kanal utama yang digunakan pelanggan untuk membeli tiket, memantau jadwal, serta mendapatkan informasi terbaru mengenai KA Rajabasa.
Peningkatan operasional ini juga bertujuan menjaga tren positif jumlah pelanggan. Pada periode Januari–Oktober 2025, KA Rajabasa mencatat 557.872 pelanggan, naik 7,8 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat menaruh kepercayaan besar pada moda transportasi berbasis rel.
Melalui berbagai evaluasi dan penguatan layanan, KAI berharap KA Rajabasa dapat terus menjadi moda transportasi yang dapat diandalkan masyarakat. Ketepatan waktu, keamanan, dan kenyamanan menjadi tiga indikator yang akan terus diperbaiki seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.
KAI menegaskan komitmen untuk menghadirkan layanan yang semakin baik di masa mendatang, termasuk menyiapkan pengembangan berbasis data dari aktivitas pelanggan. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, layanan KA Rajabasa diharapkan mampu menjawab kebutuhan transportasi yang berkelanjutan. (Redaksi)

