Jakarta, 6 November 2025 — Upaya menekan emisi karbon di sektor transportasi terus diperkuat PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset KAI resmi menggunakan Biosolar B40, bahan bakar yang mengandung 40% unsur nabati. Langkah ini dilakukan selaras dengan meningkatnya volume angkutan batu bara yang mencapai 47.775.610 ton selama Januari–Oktober 2025, naik 4,3% dari tahun sebelumnya.
Dengan total angkutan barang sebanyak 57.556.900 ton, batu bara tetap mendominasi dengan porsi 83%. Tingginya aktivitas distribusi ini mendorong KAI untuk memastikan operasional berjalan efisien, namun tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa penggunaan B40 merupakan bagian penting dari transisi energi nasional.
“Penggunaan B40 mendukung angkutan kereta api sebagai pilihan logistik yang lebih ramah lingkungan, dengan emisi yang lebih rendah dan tingkat biodegradasi yang tinggi,” tambah Anne.
Selain mendukung aspek lingkungan, KAI juga memastikan angkutan batu bara tetap memberikan kontribusi besar bagi ketahanan energi nasional. Batu bara yang diangkut menjadi pasokan utama bagi berbagai PLTU di Jawa dan Bali yang menyuplai listrik untuk rumah tangga, sektor industri, hingga fasilitas publik.
Penggunaan B40 menjadi penyempurna dari transformasi operasional KAI yang telah direncanakan sejak uji coba bersama Kementerian ESDM pada 2024. Implementasi penuh bahan bakar ini membuat KAI menjadi salah satu operator transportasi nasional yang paling agresif dalam mendorong penggunaan energi bersih.
KAI juga menyiapkan pengembangan infrastruktur logistik seperti Terminal Tarahan II yang mampu menyerap 18 juta ton batu bara serta peningkatan fasilitas bongkar-muat Kertapati hingga 7 juta ton. Dengan meningkatnya kapasitas, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan menjadi krusial untuk memastikan distribusi energi yang tidak hanya masif tetapi juga berkelanjutan.
Dari sisi kebijakan, langkah KAI mendukung pemerintah menghapus truk Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2026. Dengan moda rel yang bebas kemacetan dan tidak membebani jalan raya, distribusi barang dapat berlangsung lebih aman dan rendah emisi.
Dengan kombinasi antara efisiensi operasional, energi bersih, dan kapasitas logistik yang terus berkembang, KAI memastikan siap menjadi pemain kunci dalam transportasi berkelanjutan di sektor energi. (Redaksi)

