Jakarta, 24 September 2025 – Keterlibatan aktif ribuan anak menjadi ciri khas Program Edutrain Interaktif yang diselenggarakan KAI Bandara PT Railink. Dengan total 83.093 peserta, program ini berhasil menciptakan pembelajaran dua arah yang melibatkan partisipasi aktif peserta. Pendekatan interaktif ini jauh lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran satu arah yang hanya menempatkan anak sebagai penerima pasif informasi.
Porwanto Handry Nugroho menekankan bahwa interaktivitas adalah kunci dari kesuksesan pembelajaran modern. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman mereka. “Mereka sekaligus belajar seluk beluk perkeretaapian dan menawarkan pengalaman yang menarik dengan naik Kereta Api Bandara,” katanya, menjelaskan bahwa keterlibatan aktif membuat pembelajaran lebih bermakna dan berkesan.
Medan dan Yogyakarta menjadi lokasi pelaksanaan program interaktif dengan masing-masing 45.405 dan 37.688 peserta yang aktif terlibat dalam setiap sesi. Berbagai aktivitas interaktif dirancang untuk merangsang partisipasi peserta, mulai dari sesi tanya jawab, demonstrasi langsung yang melibatkan peserta, hingga diskusi kelompok tentang topik-topik tertentu. Setiap anak diberi kesempatan untuk mengekspresikan pendapat dan pertanyaan mereka.
Teknologi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan interaktivitas pembelajaran. Beberapa sesi menggunakan aplikasi interaktif yang memungkinkan peserta untuk memberikan jawaban atau feedback secara real-time. “Selain naik KA Bandara, peserta edutrain juga diberikan edukasi terkait perkeretaapian, di antaranya tata cara naik kereta api, fasilitas dan teknologi kereta api, profesi-profesi di PT Railink,” jelasnya. Pendekatan interaktif ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga membantu mengembangkan keterampilan komunikasi dan berpikir kritis peserta, yang merupakan kompetensi penting di abad ke-21.
(Redaksi)

