Jakarta, 24 September 2025 – Kolaborasi strategis antara sektor pendidikan dan transportasi semakin diperkuat melalui Program Edutrain KA Bandara yang dikelola PT Railink. Dengan melibatkan lebih dari 83 ribu peserta dari berbagai sekolah, program ini membuktikan bahwa sinergi lintas sektor dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan. Kemitraan antara institusi pendidikan dan operator transportasi ini menjadi model yang dapat diadopsi oleh berbagai pihak.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyatakan bahwa kolaborasi ini membuka peluang baru dalam pengembangan metode pembelajaran kontekstual. Sektor transportasi menyediakan infrastruktur dan keahlian, sementara sektor pendidikan memberikan masukan tentang kebutuhan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum dan perkembangan anak. “Mereka sekaligus belajar seluk beluk perkeretaapian dan menawarkan pengalaman yang menarik dengan naik Kereta Api Bandara,” ujarnya.
Partisipasi 45.405 peserta dari Medan dan 37.688 peserta dari Yogyakarta menunjukkan tingginya kepercayaan sekolah-sekolah terhadap program kolaboratif ini. Dinas pendidikan di kedua wilayah memberikan dukungan penuh dengan memfasilitasi koordinasi antara PT Railink dan sekolah-sekolah. Kerjasama ini mencakup penjadwalan kunjungan, penyesuaian materi pembelajaran, dan evaluasi program untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan pendidikan.
Materi yang dikembangkan melalui kolaborasi ini sangat komprehensif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Peserta mendapat pengetahuan tentang berbagai aspek perkeretaapian yang dikemas sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. “Selain naik KA Bandara, peserta edutrain juga diberikan edukasi terkait perkeretaapian, di antaranya tata cara naik kereta api, fasilitas dan teknologi kereta api, profesi-profesi di PT Railink,” jelasnya. Program ini juga menekankan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Keberhasilan kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi kemitraan serupa di berbagai sektor untuk kemajuan pendidikan Indonesia.
(Redaksi)

