Jakarta, 22 Juli 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan fitur edukatif baru dalam aplikasi Access by KAI yang memungkinkan pengguna memantau jejak karbon dari moda transportasi yang mereka gunakan. Inovasi ini hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilih moda ramah lingkungan.

Fitur bernama Carbon Footprint tersebut menyajikan perbandingan emisi karbon antara kereta api dengan moda transportasi lain, seperti mobil dan pesawat. Data disajikan secara informatif dan mudah dipahami, menjadikan aplikasi ini bukan hanya alat transaksi, tapi juga sarana edukasi lingkungan.

Langkah ini mendukung upaya KAI dalam mengedepankan prinsip keberlanjutan pada setiap lini pelayanan. Perusahaan tidak hanya fokus pada efisiensi dan kenyamanan perjalanan, tetapi juga mengajak pelanggan turut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon.

Teknologi ini terintegrasi dengan sistem operasional cerdas KAI seperti Track-Mod dan Smart Rail yang membantu mendeteksi dini kerusakan rel, memperpanjang usia infrastruktur, dan mengurangi emisi tidak langsung dari kegiatan perbaikan mendadak.

“Keberlanjutan bagi KAI merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga lingkungan, melayani masyarakat secara optimal, dan menghadirkan transportasi publik yang layak bagi generasi masa depan,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Fitur ini juga diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis kesadaran lingkungan, di mana pengguna tidak hanya mempertimbangkan harga atau kecepatan, tapi juga dampak ekologis dari pilihan transportasi mereka.

Inovasi digital ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang KAI untuk mewujudkan transportasi rendah emisi, selaras dengan agenda nasional dan global terkait pengendalian perubahan iklim.

Demi memperkuat inisiatif ini, KAI juga menggencarkan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai stasiun dan kantor operasional. Energi bersih ini memperkuat green operation yang kini menjadi standar kerja perusahaan.

“Pendekatan ini membuktikan bahwa keberlanjutan kini menjadi fondasi strategis perusahaan sekaligus daya tarik utama bagi investor yang mengedepankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG),” lanjut Anne.

Dengan menjadikan pelanggan sebagai bagian dari solusi iklim, KAI membuktikan bahwa transformasi hijau bukan hanya urusan internal perusahaan, tetapi gerakan kolektif menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *