Jakarta, 21 September 2025 – Stasiun Ketapang memantapkan posisinya sebagai titik konektivitas strategis yang vital bagi penumpang dari Bali dan Nusa Tenggara. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memanfaatkan posisi geografis stasiun di ujung timur Pulau Jawa untuk melayani alur mobilitas balik, memberikan akses mudah bagi masyarakat dari wilayah timur Indonesia yang hendak melakukan perjalanan ke berbagai destinasi di Pulau Jawa.
Fungsi sebagai titik konektivitas strategis untuk penumpang dari Bali dan Nusa Tenggara menunjukkan sifat dua arah dari sistem transportasi yang dikembangkan di Stasiun Ketapang. Paduan antara Pelabuhan Ketapang dan stasiun kereta api menciptakan perjalanan lancar bagi penumpang yang tiba dari Bali melalui kapal feri dan hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di Pulau Jawa menggunakan kereta api. Sistem ini memberikan alternatif transportasi yang handal dan nyaman.
Signifikansi peran ini tercermin melalui pengelolaan kapasitas yang dapat mengakomodasi hingga 24.000 penumpang pada puncak liburan, dengan porsi signifikan merupakan penumpang dari Bali dan Nusa Tenggara. Relasi seperti KA Blambangan Ekspres menuju Jakarta dan KA Ijen Ekspres menuju Malang memberikan pilihan konektivitas yang menyeluruh bagi penumpang dari wilayah timur yang hendak mencapai berbagai destinasi di Pulau Jawa.
“Dengan adanya integrasi ini, mobilitas masyarakat, terutama yang berasal dari Bali dan Nusa Tenggara, menjadi lebih lancar dan efisien,” tegas VP Public Relations KAI, Anne Purba. Optimalisasi fungsi sebagai titik konektivitas strategis akan terus ditingkatkan melalui perbaikan infrastruktur seperti jembatan penyeberangan untuk kemudahan transfer, serta digitalisasi layanan melalui aplikasi Access by KAI yang memberikan informasi menyeluruh dan fasilitas pemesanan untuk penumpang dari Bali dan Nusa Tenggara.
(Redaksi)

