Jakarta, 21 September 2025 – Kemudahan yang diciptakan konektivitas Stasiun Ketapang dalam memfasilitasi penumpang menyeberang ke Bali menjadi bukti keberhasilan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mengimplementasikan konsep transportasi terintegrasi. Sistem yang telah berkembang selama hampir empat dekade ini memberikan solusi perjalanan yang efisien, nyaman, dan ekonomis bagi jutaan penumpang yang melakukan mobilitas antara Pulau Jawa dan Bali setiap tahunnya.
Kemudahan menyeberang ke Bali dimulai dari aksesibilitas yang tinggi melalui berbagai relasi kereta yang beroperasi di Stasiun Ketapang. Penumpang dari Jakarta dapat menggunakan KA Blambangan Ekspres, sementara dari Malang tersedia KA Ijen Ekspres, memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk mencapai gateway menuju Bali. Frekuensi kereta yang tinggi dengan 11 kereta pulang pergi reguler memastikan penumpang memiliki banyak pilihan waktu keberangkatan sesuai dengan rencana perjalanan mereka.
Proses penyeberangan itu sendiri dibuat semudah mungkin melalui integrasi fisik dan operasional antara stasiun dan Pelabuhan Ketapang. Jarak hanya 100 meter yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu beberapa menit, ditambah dengan koordinasi jadwal yang ketat antara kereta api dan kapal feri, memastikan penumpang dapat melakukan transfer dengan waiting time yang minimal. Sistem informasi terintegrasi juga memberikan update real-time tentang status kedua moda transportasi.
“Dengan adanya integrasi ini, mobilitas masyarakat, terutama yang berasal dari Bali dan Nusa Tenggara, menjadi lebih lancar dan efisien,” ungkap VP Public Relations KAI, Anne Purba. Kemudahan menyeberang ke Bali akan semakin optimal dengan implementasi jembatan penyeberangan yang akan menghubungkan langsung stasiun dengan pelabuhan, serta pengembangan layanan digital yang memungkinkan penumpang melakukan planning dan booking perjalanan multimodal secara integrated melalui satu platform aplikasi.
(Redaksi)

