26 Oktober 2026 – Komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial serta pengasuhan yang layak bagi generasi penerus bangsa kembali diwujudkan secara nyata. Melalui langkah strategis Kementerian Sosial, kehadiran negara kini semakin dirasakan oleh masyarakat kalangan rentan yang membutuhkan pendampingan tumbuh kembang anak secara optimal. Langkah nyata tersebut ditandai dengan digelarnya acara Gebyar Taman Anak Sejahtera di Surakarta, Jawa Tengah, sekaligus peresmian fasilitas Taman Anak Sejahtera (TAS) Sae yang berlokasi di Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso Surakarta.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyampaikan bahwa pembentukan fasilitas ini merupakan salah satu sarana utama pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompok rentan. Banyak keluarga kurang mampu menghadapi tantangan besar dalam membagi waktu antara mencari nafkah dan memberikan pengasuhan yang intensif bagi anak-anak mereka. Kehadiran TAS Sae menjadi bukti konkret bahwa negara hadir secara langsung untuk merangkul, mendampingi, serta meringankan beban ekonomi maupun sosial yang dihadapi oleh para orang tua.
Fasilitas yang berdiri di bawah naungan Kementerian Sosial ini tidak sekadar berfungsi sebagai tempat penitipan anak biasa. Lebih dari itu, tempat ini menyediakan layanan pendidikan usia dini, jaminan pemenuhan gizi seimbang, pemantauan kesehatan, serta pengawasan tumbuh kembang anak sesuai kelompok usianya. Melalui pendekatan terpadu ini, setiap anak yang dititipkan akan mendapatkan bimbingan dan perawatan intensif agar dapat berkembang secara maksimal, seimbang, dan ceria.
Untuk memastikan pemantauan berjalan terukur dan sistematis, perkembangan setiap anak diawasi melalui aplikasi Si Kumbang yang dikembangkan oleh tim Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso. Aplikasi ini mencatat setiap tahapan perkembangan anak secara akurat sehingga layanan yang diberikan bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing individu. Sebagai contoh, jika ditemukan indikasi keterlambatan bicara pada anak, tim ahli akan segera memberikan intervensi khusus dan terapi bicara agar kemampuan komunikasi anak dapat kembali setara dengan kawan seusianya.
Fasilitas pengasuhan ini sebenarnya telah mulai beroperasi sejak 17 Juli 2026 dan mampu menampung hingga 20 anak berusia rentang 4 bulan sampai 8 tahun. Manfaat besar fasilitas ini dirasakan langsung oleh para orang tua tunggal, seperti Yuni Tri Budi Astuti (45). Sebelum mendapatkan akses fasilitas ini, ia harus mengajak putrinya berjualan kue keliling di bawah terik matahari. Kini, ia dapat bekerja dengan tenang karena kebutuhan makan, kebersihan, jam istirahat, serta keamanan sang buah hati sudah terjamin penuh hingga sore hari.
Peresmian TAS Sae berlangsung sangat meriah dengan berbagai pertunjukan seni dan aktivitas interaktif. Anak-anak tampil percaya diri di hadapan para undangan, disusul pertunjukan Tari Gambyong serta aksi Polisi Cilik dari Sekolah Rakyat Terpadu 1 Sukoharjo. Suasana semakin hangat dan penuh kegembiraan saat Wakil Menteri Sosial bersama wakil penasihat Dharma Wanita Kemensos, Intan Agus Jabo Priyono, mengajak anak-anak bernyanyi, menari, dan bermain tebak-tebakan di atas panggung.
Tidak hanya memberikan dampak positif bagi pengasuhan anak, momen berharga ini juga diisi dengan penyerahan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial kepada para orang tua. Bantuan berupa paket modal usaha serta pemenuhan kebutuhan hidup layak disalurkan guna memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Penyaluran bantuan modal usaha kuliner hingga pemenuhan kebutuhan non-pangan ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi keluarga rentan agar mampu berdaya secara berkelanjutan. (redaksi)

