26 Oktober 2026 – Berulangnya kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas kembali memantik sorotan tajam dari aktivis lingkungan hidup. Bencana tahunan yang terus berulang ini dinilai sebagai cerminan mendasar dari rapuhnya sistem tata kelola kawasan konservasi yang ada saat ini. Berdasarkan pemantauan di lapangan, lonjakan titik panas yang mencapai lebih dari seribu titik mengindikasikan bahwa upaya perlindungan terhadap ekosistem penting serta habitat satwa liar di kawasan tersebut masih jauh dari kata optimal.
Kritik keras mengemuka mengingat kawasan konservasi sekelas taman nasional seharusnya didukung oleh alokasi anggaran negara yang memadai serta tenaga ahli yang kompeten. Sangat disayangkan apabila kerusakan ekosistem dan ancaman terhadap keselamatan satwa yang dilindungi seolah dianggap sebagai kejadian wajar setiap kali musim kemarau tiba. Pola penanganan yang ada saat ini dipandang belum mampu menyentuh akar masalah untuk mencegah bencana secara permanen dan berkelanjutan. Sorotan utama tertuju pada efektivitas sistem peringatan dini yang dinilai belum berjalan sebagaimana mestinya di lapangan. Tingginya sebaran titik panas menandakan bahwa upaya deteksi awal serta kesiapsiagaan personel belum mampu menghentikan kobaran api sebelum meluas. Selain itu, berulangnya kebakaran di zona-zona vital mencerminkan masih lemahnya sistem pengawasan kawasan, di mana pengelola cenderung masih mengandalkan pola pemadaman reaktif setelah api menjalar besar.
Tidak hanya masalah teknis pemadaman, lemahnya penegakan hukum yang transparan juga ditengarai menjadi penyebab belum putusnya siklus kebakaran tahunan ini. Evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sangat mendesak untuk dilakukan agar tindakan perusakan lingkungan dapat ditindak secara tegas. Tanpa adanya sanksi yang jelas serta pembenahan sistem penanganan, ancaman kebakaran akan terus berulang dan membahayakan kelestarian keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Peningkatan sistem mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini harus menjadi prioritas utama ketimbang sekadar mengandalkan pemadaman saat krisis terjadi. Pemerintah dinilai memiliki kapasitas untuk membangun sistem pencegahan kebakaran yang canggih dan efektif, sebagaimana kemampuan dalam membangun infrastruktur fisik di sekitar kawasan. Langkah nyata dan komitmen kuat sangat dibutuhkan agar Taman Nasional Way Kambas benar-benar menjadi benteng perlindungan yang aman bagi ekosistem dan satwa langka Indonesia. (redaksi)

