Pria Tewas di Dalam Gardu Listrik LRT Pancoran, PLN Temukan Kabel dan Komponen Rusak

2 September 2026 – Penemuan jasad seorang pria tanpa identitas di dalam gardu listrik di sekitar Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, mengungkap kondisi mengejutkan pada aset kelistrikan di lokasi tersebut. Pria yang ditemukan pada Selasa, 1 September 2026, diduga masuk ke dalam gardu yang sebelumnya berada dalam kondisi terkunci. Setelah jenazah dievakuasi, petugas menemukan sejumlah bagian instalasi listrik mengalami kerusakan dan beberapa komponen berada dalam kondisi tidak sebagaimana mestinya. Temuan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sebelum pria tersebut ditemukan meninggal dunia.

PT PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya langsung melakukan pemeriksaan terhadap Gardu Hubung PLN setelah menerima informasi mengenai penemuan mayat tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi aset kelistrikan sekaligus mengidentifikasi kemungkinan kerusakan yang terjadi di dalam gardu. Dari pengecekan awal, petugas menemukan adanya kerusakan pada sejumlah bagian aset listrik. Kondisi gardu juga diketahui berbeda dari keadaan sebelumnya karena akses yang semula terkunci ditemukan dalam keadaan rusak dan terbuka.

Selain kerusakan pada bagian tertentu, sejumlah kabel dan komponen di dalam gardu juga ditemukan dalam posisi yang tidak semestinya. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena gardu listrik merupakan fasilitas yang memiliki risiko tinggi bagi siapa pun yang berada di dalamnya tanpa prosedur keselamatan dan kewenangan. Temuan mengenai kabel serta komponen yang mengalami perubahan posisi turut menjadi bahan pemeriksaan untuk mengetahui apakah kerusakan berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan korban sebelum meninggal.

PLN kemudian berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi gardu. Investigasi diperlukan untuk memastikan penyebab kerusakan sekaligus menyusun kronologi kejadian secara lebih lengkap. Pemeriksaan juga diharapkan dapat menjelaskan bagaimana korban bisa masuk ke dalam gardu dan aktivitas apa yang dilakukannya sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Penemuan jasad tersebut bermula dari laporan warga yang mencium bau tidak sedap dari dalam gardu sekitar pukul 17.50 WIB. Bau tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan sehingga warga melaporkan kondisi tersebut kepada pihak berwenang. Polisi bersama petugas pemadam kebakaran selanjutnya mendatangi lokasi untuk memeriksa keadaan di dalam gardu. Namun, proses evakuasi tidak dapat dilakukan sebelum aliran listrik di fasilitas tersebut dipadamkan sementara demi menjaga keselamatan petugas.

Setelah pasokan listrik dipastikan aman, petugas akhirnya dapat masuk dan menemukan seorang pria yang sudah meninggal dunia. Korban diketahui mengenakan kaus berwarna hitam dan celana jins panjang. Kondisi jenazah menunjukkan bahwa korban telah berada di dalam gardu selama beberapa waktu sebelum ditemukan. Polisi juga mencatat sejumlah kondisi fisik pada tubuh korban, sementara penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik.

Di sekitar lokasi korban, petugas menemukan beberapa barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas sebelum kejadian. Barang tersebut antara lain sebuah gergaji berukuran kecil, pisau cutter, topi, karung, serta potongan kabel. Keberadaan barang-barang tersebut menjadi salah satu petunjuk yang sedang diperiksa penyidik. Polisi menduga pria tersebut masuk ke dalam gardu dengan tujuan mengambil kabel, meskipun dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut.

Dari informasi awal di lokasi, korban diduga memasuki gardu melalui bagian bawah sembari membawa sejumlah perlengkapan. Petugas menduga pria tersebut kemudian bergerak menuju bagian atas atau lantai dua gardu. Aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan upaya mengambil kabel atau komponen kelistrikan yang ada di dalam fasilitas tersebut. Namun, bagaimana korban kemudian mengalami kondisi yang menyebabkan kematiannya masih menjadi pertanyaan yang harus dijawab melalui pemeriksaan lebih mendalam.

Proses evakuasi jenazah dilakukan setelah kondisi gardu dinyatakan aman. Petugas menarik bagian kaki korban untuk mengeluarkannya dari dalam ruang gardu sebelum memasukkan jenazah ke dalam kantong jenazah. Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa meninggalkan lokasi untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lokasi yang sebelumnya memiliki risiko kelistrikan bagi petugas.

Jenazah pria tanpa identitas tersebut selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Pemeriksaan di rumah sakit diperlukan untuk menjalankan proses autopsi sekaligus membantu mengungkap identitas korban. Hasil pemeriksaan forensik juga diharapkan dapat memberikan informasi mengenai penyebab kematian, termasuk apakah korban meninggal akibat sengatan listrik, cedera, atau faktor lain. Kepastian mengenai penyebab kematian menjadi bagian penting dalam menentukan rangkaian kejadian secara utuh.

Kasus ini kini tidak hanya menjadi perhatian karena penemuan jasad di fasilitas kelistrikan, tetapi juga karena adanya kerusakan pada sejumlah aset PLN. Dugaan adanya upaya pencurian kabel membuat penyidik perlu menelusuri kemungkinan adanya aktivitas lain yang dilakukan sebelum korban ditemukan. Pemeriksaan terhadap kondisi gardu, barang-barang yang ditemukan, serta hasil autopsi akan menjadi bagian penting untuk mengungkap kejadian tersebut secara lebih jelas.

PLN bersama kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap lokasi dan berbagai bukti yang ditemukan. Hasil investigasi nantinya diharapkan dapat menjelaskan bagaimana pria tersebut dapat memasuki gardu yang sebelumnya terkunci, apa tujuan keberadaannya di dalam fasilitas tersebut, serta faktor yang menyebabkan dirinya meninggal dunia. Hingga seluruh pemeriksaan selesai, identitas korban dan penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil proses identifikasi dan penyelidikan. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *