27 Agustus 2026 – Menjelang rencana aksi yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026, Koalisi Ojol Nasional (KON) meminta para pengemudi ojek online untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Imbauan tersebut disampaikan di tengah munculnya berbagai ajakan dan kabar mengenai keterlibatan pengemudi ojol dalam aksi tersebut. KON menegaskan bahwa organisasinya tidak terlibat dalam rencana aksi yang beredar dan meminta para pengemudi memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil keputusan.
Sekretaris Jenderal KON Juwel Safriko Hutasoit atau yang dikenal sebagai Papa Deon mengatakan penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi memicu kesalahpahaman di antara para pengemudi. Menurutnya, pengemudi ojol perlu lebih berhati hati dalam menyikapi berbagai informasi, terutama kabar yang berkaitan dengan mobilisasi massa. Ia menilai keputusan yang diambil berdasarkan informasi tanpa sumber yang jelas justru dapat menimbulkan kerugian bagi para pengemudi sendiri.
Pengemudi Diminta Tidak Mudah Terpengaruh
Imbauan tersebut disampaikan Papa Deon ketika bertemu dengan sejumlah pengemudi ojol dari Sidoarjo, Surabaya, dan Pasuruan dalam kegiatan pertemuan bersama pengemudi di Sidoarjo, Jawa Timur. Pertemuan itu menjadi ruang bagi para pengemudi untuk membahas berbagai persoalan yang tengah berkembang, termasuk informasi mengenai rencana aksi pada 27 Agustus.
KON meminta para pengemudi tidak langsung mempercayai pesan berantai, unggahan media sosial, maupun ajakan yang tidak diketahui asalnya. Setiap informasi yang berpotensi menggerakkan massa dinilai perlu diperiksa terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami situasi. Langkah tersebut dianggap penting untuk menjaga komunikasi antarpengemudi tetap kondusif sekaligus mencegah munculnya tindakan yang sebenarnya tidak sesuai dengan sikap organisasi.
Menurut KON, perkembangan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat tanpa selalu disertai konteks dan verifikasi yang memadai. Karena itu, pengemudi diharapkan tidak hanya melihat isi pesan, tetapi juga memeriksa siapa yang menyebarkan informasi tersebut dan apakah terdapat sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
KON Tegaskan Tidak Terlibat Aksi 27 Agustus
Sikap KON juga berkaitan dengan beredarnya informasi mengenai kemungkinan keterlibatan komunitas ojol dalam aksi 27 Agustus 2026. Organisasi tersebut menegaskan bahwa KON tidak terlibat dalam rencana aksi tersebut. Pernyataan ini disampaikan agar para pengemudi tidak menganggap setiap ajakan yang mengatasnamakan pengemudi ojol sebagai keputusan resmi organisasi.
KON juga mendorong para pengemudi untuk menjaga situasi tetap aman di wilayah masing masing. Menurut organisasi tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi pengemudi ojol sebaiknya dibicarakan melalui jalur komunikasi dan dialog. Pendekatan tersebut dinilai dapat memberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi tanpa memperbesar potensi konflik di antara pengemudi, masyarakat, maupun pihak aplikator.
Para pengemudi dari Sidoarjo, Surabaya, dan Pasuruan yang mengikuti pertemuan tersebut turut menyatakan komitmen untuk menjaga kondusivitas. Mereka sepakat agar informasi yang belum terverifikasi tidak dijadikan dasar untuk mengambil keputusan. Sikap tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memperkuat koordinasi antarpengemudi di tengah banyaknya informasi yang beredar menjelang agenda aksi.
Status Kemitraan Ojol Turut Dibahas
Selain membahas situasi menjelang 27 Agustus, pertemuan tersebut juga membicarakan persoalan hubungan kemitraan antara pengemudi ojek online dan perusahaan aplikator. Status kemitraan menjadi salah satu isu yang masih menjadi perhatian para pengemudi karena berkaitan langsung dengan pola kerja dan keberlangsungan pendapatan mereka.
Para pengemudi berharap sistem kemitraan tetap dapat dipertahankan dengan kebijakan yang memberikan kepastian serta rasa keadilan. Mereka menginginkan adanya aturan yang dapat memberikan kejelasan mengenai hak dan kewajiban masing masing pihak dalam hubungan kemitraan. Aspirasi tersebut menjadi salah satu topik yang terus dibicarakan dalam berbagai forum pengemudi.
KON menilai komunikasi yang terbuka antara pengemudi dan pihak terkait diperlukan untuk mencari penyelesaian terhadap persoalan tersebut. Dengan adanya ruang dialog, berbagai keluhan diharapkan dapat disampaikan secara langsung dan tidak berkembang menjadi konflik akibat informasi yang tidak lengkap atau keliru.
Dorong Solidaritas Pengemudi Ojol
Pertemuan antara KON dan para pengemudi di wilayah Surabaya Raya juga diarahkan untuk memperkuat solidaritas di antara komunitas ojol. Organisasi tersebut berharap para pengemudi dapat tetap menjaga hubungan baik meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai berbagai persoalan yang berkembang.
KON juga mengingatkan bahwa solidaritas tidak harus diwujudkan melalui tindakan yang berisiko menimbulkan kerugian bagi pengemudi maupun masyarakat. Menjaga komunikasi, memeriksa informasi, serta menyampaikan aspirasi melalui jalur yang tepat dinilai menjadi langkah penting dalam memperjuangkan kepentingan para pengemudi.
Menjelang 27 Agustus 2026, KON kembali meminta para pengemudi agar mengutamakan ketenangan dan tidak mudah terbawa arus informasi di media sosial. Setiap kabar yang berkaitan dengan aksi maupun isu ojol diharapkan terlebih dahulu diperiksa kebenarannya. Dengan cara tersebut, para pengemudi dapat menjaga kepentingan bersama sekaligus mempertahankan kondisi yang aman dan kondusif di wilayah masing masing. (Redaksi)

