16 Agustus 2026 – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, suasana perdagangan bendera dan pernak-pernik kemerdekaan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, justru belum menunjukkan geliat yang berarti. Di tengah semakin dekatnya perayaan 17 Agustus, sejumlah pedagang mengaku masih menghadapi minimnya pembeli. Kondisi tersebut membuat sebagian stok dagangan belum banyak bergerak, bahkan ada barang dari tahun sebelumnya yang masih tersimpan hingga kini.
Salah seorang pedagang, Wati, mengatakan penjualan bendera dan berbagai aksesori kemerdekaan tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurutnya, kondisi tersebut cukup terasa karena jumlah barang yang terjual masih sangat terbatas. Ia bahkan masih memiliki sejumlah stok bendera dari tahun sebelumnya yang belum berhasil dijual.
Wati mengungkapkan dirinya telah mulai berjualan sejak 26 Juli 2026. Namun, hingga dua hari menjelang peringatan HUT ke-81 RI, barang yang berhasil terjual baru sekitar seperempat dari seluruh stok yang disiapkan. Jumlah tersebut dinilai cukup rendah jika dibandingkan dengan penjualan tahun lalu, ketika sekitar setengah dari barang dagangannya sudah berhasil terjual dan masih memberikan keuntungan.
Menurut Wati, situasi perdagangan tahun ini terasa lebih berat karena minat masyarakat untuk membeli bendera secara langsung tampaknya mengalami penurunan. Pada tahun sebelumnya, mendekati perayaan kemerdekaan biasanya menjadi momentum meningkatnya permintaan. Pembeli mulai berdatangan untuk mencari berbagai jenis bendera dan umbul-umbul yang digunakan untuk menghias rumah, toko, maupun lingkungan sekitar.
Selain jumlah pembeli yang menurun, Wati juga melihat adanya perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap perlengkapan perayaan kemerdekaan. Jika sebelumnya bendera dan umbul-umbul menjadi barang yang banyak dicari, kini masyarakat justru lebih tertarik pada berbagai aksesori dekorasi. Barang-barang tersebut umumnya digunakan sebagai pelengkap untuk mempercantik tempat tinggal atau area usaha selama momentum perayaan kemerdekaan.
Ia menjelaskan, waktu pembelian juga cenderung berubah mengikuti kebutuhan masyarakat. Pada periode sebelum memasuki bulan Agustus, permintaan terhadap umbul-umbul dan bendera biasanya lebih tinggi. Sementara itu, setelah memasuki pertengahan bulan, pembeli mulai beralih mencari aksesori yang dapat digunakan untuk dekorasi. Perubahan tersebut turut memengaruhi jenis barang yang paling banyak bergerak di lapak pedagang.
Di sisi lain, perkembangan perdagangan secara daring juga dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat pasar tradisional semakin sepi. Masyarakat kini dapat membeli bendera, dekorasi kemerdekaan, maupun berbagai perlengkapan lainnya melalui platform belanja online tanpa harus datang langsung ke pasar. Kemudahan tersebut membuat sebagian konsumen memilih berbelanja dari rumah karena dinilai lebih praktis dan dapat menghemat waktu.
Menurut Wati, masyarakat yang tetap datang ke pasar secara langsung umumnya hanya mencari barang tertentu yang belum mereka dapatkan melalui pembelian online. Kondisi ini membuat transaksi langsung di lapak pedagang menjadi lebih terbatas. Pembelian berbagai kebutuhan rumah tangga dan barang untuk keperluan hadiah juga disebut lebih banyak dilakukan secara daring dibandingkan melalui pasar tradisional.
Meski demikian, para pedagang masih berharap adanya peningkatan permintaan menjelang puncak perayaan 17 Agustus. Dengan semakin dekatnya hari peringatan kemerdekaan, mereka berharap masyarakat yang belum memasang bendera atau menghias lingkungan mulai melakukan pembelian. Bagi pedagang, meningkatnya transaksi pada hari-hari terakhir menjadi kesempatan untuk mengurangi stok yang masih tersisa.
Kondisi di Pasar Jatinegara tersebut menunjukkan bahwa momentum perayaan kemerdekaan tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan penjualan perlengkapan 17 Agustus. Perubahan kebiasaan belanja masyarakat, meningkatnya penggunaan platform digital, serta pergeseran tren dekorasi menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang yang mengandalkan penjualan secara langsung. Bagi mereka, ramainya perayaan kemerdekaan di lingkungan masyarakat diharapkan juga dapat kembali menggerakkan perdagangan di pasar tradisional. (Redaksi)

