30 Juli 2026 – Kasus pencurian yang menimpa dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, mengungkap fakta yang mengejutkan. Seorang petugas keamanan yang seharusnya menjaga aset di lokasi justru diduga menjadi pelaku utama pencurian ribuan wadah makanan berbahan stainless steel. Polisi menyatakan barang hasil curian tersebut dijual sebagai barang rongsokan dan uangnya diduga digunakan untuk membeli narkotika.
Pelaku yang diketahui berinisial TRS alias Cangkim, berusia 50 tahun, diamankan setelah penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian mengarah kepadanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka diduga menjual sekitar 1.700 ompreng atau wadah makanan kepada pengepul barang bekas. Ompreng tersebut kemudian dilebur karena terbuat dari bahan stainless steel yang memiliki nilai jual cukup tinggi di pasar barang rongsokan.
Dalam proses penyidikan, polisi juga melakukan tes urine terhadap tersangka. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku positif mengandung amphetamine dan methamphetamine. Kepada penyidik, tersangka mengakui sempat mengonsumsi sabu beberapa hari sebelum diamankan. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa hasil penjualan barang curian digunakan untuk memenuhi kebutuhan membeli narkotika.
Peristiwa pencurian diketahui terjadi di dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis yang berlokasi di wilayah Ciputat. Saat kejadian, fasilitas tersebut diketahui belum lama mulai beroperasi. Pihak pengelola kemudian melaporkan kehilangan sejumlah aset dengan nilai yang cukup besar setelah menyadari banyak perlengkapan penting tidak lagi berada di tempat penyimpanan.
Selain ribuan ompreng, berbagai peralatan operasional lainnya juga dilaporkan hilang. Barang yang raib meliputi dua unit kompor, satu blender, satu printer, satu generator set, perangkat power box, alat perekam kamera pengawas, serta kunci gerbang dan ruangan milik yayasan pengelola. Hilangnya berbagai perlengkapan tersebut sempat mengganggu operasional dapur yang menjadi bagian dari pelaksanaan program penyediaan makanan bergizi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan berbagai petunjuk. Dari hasil penyelidikan, aparat memperoleh informasi mengenai adanya upaya penawaran ompreng dalam jumlah besar kepada seseorang. Informasi itu menjadi titik awal bagi penyidik untuk menelusuri jalur distribusi barang curian hingga akhirnya mengarah kepada para pelaku.
Penyelidikan kemudian mengungkap dugaan keterlibatan satpam yang bertugas di lokasi. Pada awal pemeriksaan, tersangka tidak memberikan keterangan yang mengarah pada tindak pidana. Namun setelah penyidik mengumpulkan sejumlah bukti dan melakukan pemeriksaan lanjutan, pelaku akhirnya mengakui telah mengambil berbagai barang dari dapur Program Makan Bergizi Gratis. Ia juga mengaku menjalankan aksi tersebut bersama beberapa rekannya yang diduga ikut terlibat dalam pencurian.
Saat ini seluruh tersangka telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kepolisian masih terus mengembangkan penyidikan guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun alur penjualan barang hasil curian. Aparat juga berupaya menelusuri keberadaan barang bukti yang belum ditemukan serta memastikan seluruh pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut fasilitas pendukung program pelayanan masyarakat yang baru mulai beroperasi. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aset negara maupun fasilitas publik, termasuk melalui peningkatan sistem keamanan dan pemeriksaan internal secara berkala agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (Redaksi)

