Jakarta, 9 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI semakin mempertegas komitmennya terhadap nilai integritas melalui kerja sama strategis dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). MoU antara kedua lembaga tersebut ditandatangani di Jakarta Railway Center (JRC), Jakarta, pada Selasa (8/10), dan menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang bersih.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sharing session bertema “Sinergi antara KAI dan PPATK dalam Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.” Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di tubuh KAI.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menilai kolaborasi dengan PPATK merupakan bagian penting dari transformasi berkelanjutan yang dijalankan KAI untuk menjaga integritas perusahaan.
“Pencucian uang adalah kejahatan serius yang dapat merusak sistem keuangan dan melemahkan fondasi ekonomi nasional. Melalui kerja sama ini, KAI memperkuat early warning system untuk mendeteksi potensi penyimpangan, mengoptimalkan pengawasan internal berbasis teknologi dan data analitik, serta mempercepat langkah korektif,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, kerja sama ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk kesungguhan KAI untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kolaborasi dengan PPATK adalah bukti bahwa KAI konsisten membangun sistem yang bersih, transparan, dan akuntabel demi kepentingan negara dan masyarakat,” lanjutnya.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana turut memberikan apresiasi atas langkah KAI yang dinilai memiliki kesadaran tinggi terhadap penerapan sistem Anti-Money Laundering (AML). Ia berharap sinergi ini dapat menjadi pondasi yang kokoh dalam memperkuat sistem keuangan nasional.
“Kami mengapresiasi keterbukaan dan komitmen KAI dalam membangun kerja sama yang konstruktif. MoU ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi fondasi kerja nyata yang berkelanjutan. PPATK siap mendukung KAI dalam memperkuat sistem pencegahan dan deteksi dini tindak pidana pencucian uang,” kata Ivan.
KAI berkomitmen menjadikan kolaborasi dengan PPATK sebagai bagian dari penguatan budaya integritas dan transparansi yang menjadi ruh utama dalam menjalankan operasional perusahaan. (Redaksi)

