Yogyakarta, 25 Agustus 2025 – Keselamatan penumpang kembali menjadi fokus PT Railink setelah KA 521 Bandara YIA terkena lemparan batu pada Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 05.30 WIB. Insiden berlangsung di jalur Patukan (Ptn) – Rewulu (Rwl), yang membuat kaca pintu kereta nomor 2 sisi utara retak dan berlubang.
Perjalanan kereta tetap aman tanpa korban penumpang, namun PT Railink menegaskan bahwa satu lemparan batu pun bisa membahayakan keselamatan ratusan nyawa penumpang, masinis, dan petugas kereta api. Kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami. Aksi pelemparan batu ke kereta api bukan hanya merusak fasilitas, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban. Kami menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan ini,” tegas Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho.
Untuk pencegahan, PT Railink bersama jajaran pengamanan PT KAI Daop 6 Yogyakarta meningkatkan patroli dan pengawasan jalur rawan, serta berkoordinasi dengan petugas PPKA Patukan dan Rewulu. Edukasi keselamatan perjalanan terus digencarkan agar masyarakat lebih peduli.
Railink menegaskan bahwa pelemparan batu termasuk tindak pidana sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 180. Pelanggar dapat dikenakan pidana penjara maksimal satu tahun atau denda hingga Rp100.000.000 sesuai Pasal 199.
“Kereta api adalah sarana transportasi publik yang menjadi milik bersama. Mari kita jaga bersama agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” tambah Porwanto. (Redaksi)

