Jakarta, 01 Oktober 2025 – Lonjakan pemesanan tiket kereta api di Daop 5 Purwokerto sepanjang Oktober 2025 tidak lepas dari popularitas KA Wijaya Kusuma. Kereta relasi Cilacap – Ketapang (Banyuwangi) ini berhasil menyedot perhatian publik dengan penjualan tiket mencapai 2.345 kursi dari total 12.293 kapasitas dalam sebulan.
PT KAI mencatat total pemesanan tiket di wilayah Daop 5 Purwokerto mencapai 35.757 selama periode promo Birthday Sale. Lonjakan tersebut menandai keberhasilan program HUT ke-80 KAI dalam menarik minat masyarakat untuk kembali memanfaatkan transportasi berbasis rel.
“Program Birthday Sale KAI merupakan kado dari KAI saat perayaan HUT dan juga upaya untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api, khususnya dari wilayah Daop 5. Kami sangat mengapresiasi respon positif masyarakat,” kata Imanuel Setya Budi Harwanto, Plh Manajer Humas Daop 5 Purwokerto.
KA Wijaya Kusuma tidak hanya menghubungkan Cilacap ke Banyuwangi, tetapi juga melewati sejumlah kota penting di Jawa seperti Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, dan Jember. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk perjalanan jarak jauh.
Dengan layanan eksekutif dan ekonomi, KA Wijaya Kusuma mampu menjangkau berbagai segmen penumpang. Fleksibilitas inilah yang membuatnya semakin digemari di kalangan masyarakat Jawa Tengah dan DIY.
“KA Wijaya Kusuma menawarkan perjalanan nyaman dan efisien dengan waktu tempuh sekitar 14 jam 20 menit dari Cilacap hingga Ketapang. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Cilacap adalah pukul 15.20 WIB, dan tiba di Stasiun Ketapang pada pukul 05.40 WIB keesokan harinya,” jelas Imanuel.
Selain sebagai moda transportasi antarkota, kereta ini juga menghadirkan akses mudah menuju Bali. Dari Stasiun Ketapang, penumpang hanya perlu berjalan kaki sekitar 650 meter untuk menyeberang ke Gilimanuk.
Konektivitas inilah yang menjadikan KA Wijaya Kusuma semakin diminati. “Konektivitas inilah yang menjadikan KA Wijaya Kusuma sangat diminati, terutama oleh wisatawan dari wilayah Jawa Tengah dan DIY yang ingin bepergian ke Bali tanpa harus menggunakan moda transportasi darat yang melelahkan,” tambah Imanuel. (Redaksi)

