Jakarta, 29 Oktober 2025 – Konsep transportasi aglomerasi terintegrasi menjadi kenyataan melalui operasional KA Bandara Adi Soemarmo yang dikelola PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta. Layanan ini menunjukkan bagaimana berbagai elemen transportasi dapat bekerja harmonis menciptakan sistem mobilitas efisien.

Integrasi terjadi di berbagai level, mulai dari konektivitas fisik antar stasiun hingga sistem tiket yang terintegrasi. Stasiun-stasiun pemberhentian dirancang sebagai hub yang menghubungkan berbagai moda transportasi lain. Terminal bus, taksi, dan layanan kereta api lain dapat diakses dengan mudah dari setiap stasiun.

Keberhasilan integrasi ini tercermin dari pertumbuhan penumpang yang konsisten. Dari 118.902 penumpang pada 2023 menjadi 613.403 penumpang pada periode Januari-September 2025, angka pertumbuhan menunjukkan apresiasi masyarakat terhadap sistem terintegrasi. Kemudahan perpindahan moda menjadi nilai tambah yang sangat dihargai pengguna.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menegaskan, “Kami terus memperkuat integrasi agar masyarakat memiliki pilihan transportasi yang nyaman, terjangkau, dan tepat waktu.” Transportasi aglomerasi terintegrasi menjadi model ideal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi mobilitas urban di berbagai wilayah.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *