Jakarta, 29 Desember 2025 – Menghadapi tantangan transportasi pada tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mematangkan kesiapan Stasiun Jatake yang akan melayani lintas Commuter Line Rangkasbitung. Stasiun baru ini diposisikan sebagai simpul transportasi strategis di Kabupaten Tangerang yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas distribusi penumpang. Bersama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, KAI sedang merampungkan berbagai tahapan akhir pengujian infrastruktur dan sistem operasional. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ketika resmi beroperasi nanti, Stasiun Jatake dapat langsung memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran perjalanan masyarakat di kawasan tersebut.

Lonjakan jumlah pengguna Commuter Line di jalur Rangkasbitung memang sangat mengesankan, dengan pertumbuhan yang mencapai puluhan juta orang sejak tahun 2022. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 69.999.362 orang telah menggunakan layanan ini, dan angka tersebut kembali naik menjadi 70.496.181 orang pada periode Januari hingga November 2025. Fenomena peningkatan ini menuntut KAI untuk terus berinovasi dalam penyediaan infrastruktur yang mampu menampung volume besar tersebut. Bobby Rasyidin selaku Direktur Utama KAI menegaskan bahwa pembangunan Stasiun Jatake adalah jawaban atas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi massal yang andal terus meningkat. Stasiun Jatake dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan itu dengan menghadirkan akses yang lebih dekat, perjalanan yang lebih tertata, serta distribusi penumpang yang lebih merata,” ujar Bobby Rasyidin. Dengan daya tampung hingga 20.000 penumpang setiap hari, stasiun ini diharapkan mampu memberikan layanan yang maksimal bagi warga Pagedangan dan sekitarnya. Keberadaan peron yang luas sepanjang 250 meter juga disiapkan untuk mengakomodasi rangkaian kereta dengan kapasitas besar demi kenyamanan pengguna.

Selain keunggulan operasional, Stasiun Jatake juga dirancang sebagai pusat aktivitas kawasan melalui konsep TOD yang memadukan transportasi dengan area komersial. Fasilitas parkir yang lengkap untuk berbagai jenis kendaraan serta lahan pengembangan seluas 4.000 meter persegi menjadi nilai tambah bagi keberlanjutan stasiun ini. Anne Purba menyatakan bahwa fokus KAI adalah menciptakan ekosistem perjalanan yang aman dan andal bagi publik. “Stasiun Jatake dipersiapkan sebagai simpul layanan baru yang mendukung kelancaran naik turun penumpang sekaligus mendorong pergerakan ekonomi kawasan yang terus berkembang,” tutup Anne memberikan keterangan resminya (Redaksi).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *