Jakarta, 12 September 2025 – Di tengah kesibukan ibukota yang tak pernah berhenti, Stasiun Jakarta Kota tetap menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan denyut mobilitas Jakarta. Bermula dari Stasiun Batavia Noord pada 1871 yang melayani jalur Batavia–Buitenzorg (Jakarta–Bogor), stasiun ini kini berkembang menjadi salah satu simpul utama KRL Commuter Line yang melayani jutaan masyarakat Jabodetabek.

Seiring perjalanan waktu, jarak yang hanya 200 meter antara Batavia Noord dan Batavia Zuid (sekarang Jakarta Kota) dianggap tidak efisien. Setelah pengelolaan diambil alih oleh Staats Spoorwegen (SS) pada 1913, gagasan pembangunan stasiun sentral yang lebih representatif pun muncul. Pada 8 Oktober 1929, Stasiun Jakarta Kota resmi berdiri dengan desain megah bergaya Art Deco karya A.W. Ghijsels, menggantikan Batavia Noord yang kemudian dibongkar.

Hampir satu abad berlalu, Stasiun Jakarta Kota yang akrab disebut Beos tetap vital sebagai pusat transportasi. Setiap hari, stasiun ini melayani 374 perjalanan KRL dengan rata-rata 671 ribu pelanggan per bulan, menegaskan perannya sebagai tulang punggung mobilitas ibukota.

“Stasiun Jakarta Kota berperan penting bukan hanya untuk mobilitas harian, tapi juga sebagai pintu gerbang wisata, perdagangan, dan kegiatan ekonomi. Letaknya yang strategis di kawasan Kota Tua membuatnya istimewa,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.

Tak hanya itu, fasilitas stasiun terus ditingkatkan sesuai kebutuhan pelanggan. Eskalator, lift, jalur landai, ruang menyusui, toilet ramah disabilitas, hingga ruang tunggu ber-AC kini tersedia. Keamanan pun dijaga ketat dengan CCTV dan petugas yang siaga 24 jam. Integrasi transportasi semakin lengkap berkat hadirnya TransJakarta, mikrotrans, bajaj, dan layanan transportasi daring yang memudahkan perjalanan masyarakat.

Selain fisik, inovasi digital juga diterapkan melalui aplikasi Access by KAI. Masyarakat dapat membeli tiket kapan saja, mengecek jadwal real-time, memilih kursi, dan menikmati promo terbaru. Transformasi ini menunjukkan komitmen KAI untuk menyediakan perjalanan yang praktis, cepat, dan nyaman.

KAI bersama pemerintah saat ini tengah mendorong revitalisasi kawasan Kota Tua, termasuk Stasiun Jakarta Kota. Upaya ini bertujuan menjaga nilai sejarah sambil menghadirkan wajah baru transportasi urban yang ramah pejalan kaki, hijau, dan modern.

“Stasiun Jakarta Kota mengingatkan kita bahwa sejarah dan masa depan bisa bertemu dalam satu perjalanan,” tutup Anne, menegaskan bahwa keberadaan stasiun ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol mobilitas dan kebanggaan sejarah Jakarta. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *