Jakarta, 2 Oktober 2025 – Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2025 dirayakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan penuh semangat dan kebanggaan. Sebagai perusahaan transportasi yang melayani perjalanan jutaan masyarakat Indonesia, KAI menjadikan batik sebagai elemen penting yang tidak hanya hadir dalam seragam petugas, tetapi juga dalam berbagai detail yang memperkaya pengalaman perjalanan.
Implementasi batik dalam seragam frontliner telah dimulai sejak akhir 2022 dengan desain khusus dari Anne Avantie. Seragam bermotif Sawunggaling dan Truntum berwarna dasar biru navy kini menjadi ciri khas petugas KAI yang bertugas di garis depan, mulai dari kondektur hingga prama dan prami. Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, menjelaskan bahwa batik dipilih untuk menunjukkan bahwa perjalanan kereta api lebih dari sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga pengalaman budaya yang bermakna.
Keindahan batik juga hadir dalam interior gerbong kereta. Motif Mega Mendung dari Cirebon menghiasi headrest dan pelapis kursi di sejumlah rangkaian kereta, menciptakan atmosfer yang hangat dan kultural. “Batik adalah kebanggaan sekaligus identitas bangsa. Melalui seragam batik, KAI ingin menunjukkan bahwa perjalanan kereta api bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga ruang untuk merawat tradisi, menghadirkan pengalaman budaya, dan memberikan pelayanan modern yang dekat dengan masyarakat,” ujarnya. Stasiun-stasiun kereta api juga dihiasi dengan ornamen batik khas daerah, memberikan sambutan yang penuh kehangatan kepada setiap penumpang.
Dukungan terhadap pengrajin batik lokal menjadi bagian tak terpisahkan dari komitmen KAI. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, sebanyak 1.059 UMKM telah dilibatkan dalam berbagai program perusahaan, termasuk pengrajin batik yang mengikuti Pameran Gelar Batik Nusantara 2025. Pada Hari Batik Nasional tahun ini, seluruh pegawai KAI yang bertugas di kantor turut mengenakan batik sebagai wujud penghormatan dan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia.
(Redaksi)

