Jakarta, 27 Desember 2025 – Kereta Api Rajabasa berhasil mencuri perhatian dengan masuk dalam daftar sepuluh besar kereta api jarak jauh paling favorit selama masa Nataru 2025/2026. Pencapaian ini sangat membanggakan karena KA Rajabasa menjadi satu-satunya perwakilan dari Pulau Sumatra yang mampu bersaing di tingkat nasional. Periode angkutan yang berlangsung dari 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 mencatat total 23.321 pelanggan menggunakan layanan relasi Kertapati-Tanjungkarang. Angka ini membuktikan bahwa masyarakat Sumatra memiliki kepercayaan tinggi terhadap layanan kereta api untuk perjalanan jarak jauh.

Daftar sepuluh besar kereta api favorit nasional didominasi oleh kereta-kereta dari Pulau Jawa seperti KA Airlangga, Joglosemarkerto, Sri Tanjung, Kahuripan, dan Jayakarta. Namun kehadiran KA Rajabasa di posisi tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api di luar Jawa juga memiliki daya saing yang kuat. Dengan tarif maksimal Rp32.000 untuk relasi terjauh, KA Rajabasa menawarkan solusi transportasi yang sangat terjangkau. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi lain untuk jarak tempuh yang sama, menjadikannya pilihan utama masyarakat.

Anne Purba selaku Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap layanan ini. Menurutnya, tingginya jumlah penumpang mencerminkan pentingnya konektivitas antardaerah di Sumatra, khususnya saat momentum libur panjang. “KA Rajabasa menjadi penghubung strategis antara wilayah kerja Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang, khususnya pada periode Nataru ketika mobilitas masyarakat meningkat signifikan,” ujarnya. Pernyataan ini menekankan fungsi strategis KA Rajabasa sebagai tulang punggung transportasi massal di wilayah Sumatra bagian selatan.

Perjalanan menggunakan KA Rajabasa menghubungkan Palembang dan Bandar Lampung dengan jarak tempuh sekitar 388 kilometer selama kurang lebih 9 jam 20 menit. Jalur ini melewati berbagai simpul penting pergerakan masyarakat dan pusat-pusat ekonomi di kedua provinsi. Layanan ini juga didukung oleh program Kewajiban Pelayanan Publik dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Dukungan ini memastikan tarif tetap terjangkau sambil menjaga kualitas layanan untuk kepentingan masyarakat luas di Sumatra.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *