15 Mei 2026 – Malam yang seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi Khamzat Chimaev justru berubah menjadi awal babak baru yang pahit dalam kariernya. Petarung berjuluk Borz itu akhirnya merasakan kekalahan pertama di UFC saat berhadapan dengan Sean Strickland pada UFC 328. Bukan sekadar kalah, Chimaev juga harus merelakan sabuk juara kelas middleweight berpindah tangan setelah pertarungan sengit yang berlangsung penuh drama selama lima ronde.

Kekalahan ini terasa semakin menarik karena jauh sebelum duel berlangsung, Islam Makhachev ternyata sudah memberikan peringatan yang kini terdengar seperti ramalan yang menjadi kenyataan.

UFC 328 yang berlangsung di Prudential Center, New Jersey, Amerika Serikat, menghadirkan laga utama yang sangat dinanti para penggemar MMA. Duel perebutan supremasi kelas middleweight mempertemukan sang juara bertahan Khamzat Chimaev melawan penantang tangguh Sean Strickland.

Sejak awal, banyak pihak menilai Chimaev lebih diunggulkan. Rekam jejaknya yang nyaris sempurna, gaya bertarung agresif, serta kemampuan gulat elit membuat banyak orang percaya petarung kelahiran Chechnya itu akan kembali mempertahankan gelarnya. Namun kenyataan di oktagon berbicara lain.

Pertarungan berlangsung ketat dari ronde pertama hingga ronde kelima. Kedua petarung saling bertukar tekanan dan menunjukkan kualitas terbaik mereka. Chimaev beberapa kali mencoba memanfaatkan kemampuan gulatnya untuk mengendalikan jalannya laga, tetapi Strickland tampil disiplin dan menunjukkan daya tahan luar biasa.

Pada akhirnya, hasil pertandingan ditentukan melalui keputusan juri. Sean Strickland keluar sebagai pemenang lewat split decision dengan skor 48-47, 48-47, dan 47-48. Hasil tersebut memastikan dirinya resmi menjadi juara baru kelas middleweight UFC.

Kemenangan Strickland tentu mengejutkan sebagian penggemar. Namun jika melihat kembali komentar Islam Makhachev beberapa pekan sebelum pertarungan berlangsung, hasil tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya tak terduga.

Islam yang merupakan juara UFC di kelas ringan sekaligus welter diketahui sempat mengungkap pandangannya mengenai peluang Chimaev. Menurutnya, satu-satunya cara agar Chimaev bisa mendominasi pertarungan adalah memanfaatkan kekuatan gulat sejak awal laga.

Islam menilai Chimaev harus segera menekan lawannya sejak menit pertama, melakukan takedown, lalu memanfaatkan kemampuan grappling untuk menyelesaikan pertarungan lebih cepat. Sebab jika laga berjalan terlalu lama hingga memasuki ronde akhir, situasi justru akan menjadi semakin sulit.

Analisis tersebut rupanya sangat tepat. Ketika pertarungan memasuki ronde-ronde akhir, intensitas Chimaev mulai menurun. Sebaliknya, Strickland terlihat semakin nyaman menjalankan strateginya.

Menurut Islam, salah satu faktor yang kerap diremehkan banyak orang adalah kemampuan pertahanan gulat Sean Strickland. Meski dikenal memiliki gaya striking dan boxing yang agresif, Strickland ternyata mempunyai ketahanan sangat baik saat menghadapi tekanan lawan.

Pandangan itu muncul bukan tanpa alasan. Islam mengaku mendapat gambaran mengenai kualitas Strickland dari petarung PFL, Ramazan Kuramagomedov, yang beberapa kali menjalani sesi latihan bersama mantan juara tersebut.

Dari hasil latihan itu, Strickland disebut memiliki kemampuan bangkit yang luar biasa. Meskipun sempat dijatuhkan, ia tidak mudah menyerah dan terus berusaha kembali berdiri. Kemampuan seperti itu sangat penting dalam pertarungan lima ronde karena mampu menguras stamina lawan secara perlahan.

Selain faktor teknik, Islam juga menilai mental bertarung Strickland menjadi salah satu senjata terbesarnya. Sosok Strickland memang kerap menjadi sorotan karena sikapnya yang kontroversial di luar arena. Namun di balik itu, ia dikenal sebagai petarung yang sulit ditebak dan memiliki daya juang tinggi.

Karakter keras kepala dan keberaniannya menerima tekanan di dalam oktagon membuatnya sering kali mampu bertahan dalam situasi sulit. Hal itulah yang tampaknya kembali terlihat saat menghadapi Chimaev.

Bagi Khamzat Chimaev, kekalahan ini menjadi pukulan besar dalam perjalanan kariernya. Selain kehilangan gelar juara, catatan tak terkalahkan yang selama ini menjadi kebanggaannya akhirnya runtuh.

Rekor profesionalnya kini berubah menjadi 15 kemenangan dan satu kekalahan. Kekalahan perdana tersebut bisa menjadi titik balik penting yang menentukan arah kariernya ke depan.

Kini pertanyaan besar mulai muncul di kalangan penggemar UFC. Apakah Chimaev mampu bangkit dan merebut kembali sabuk yang hilang, atau justru Sean Strickland akan membuka era baru di divisi middleweight?

Satu hal yang pasti, malam di UFC 328 telah mengubah peta persaingan kelas middleweight secara drastis. Dan yang tak kalah menarik, prediksi Islam Makhachev ternyata terbukti nyaris sempurna. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *