Jakarta, 29 Desember 2025 – Menjelang operasional penuh di tahun 2026, persiapan Stasiun Jatake di Kabupaten Tangerang kini telah memasuki tahap penyelesaian prasarana utama. Stasiun ini menjadi bagian strategis dari pengembangan infrastruktur PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperluas jangkauan layanan Commuter Line Rangkasbitung. Terletak di antara stasiun-stasiun padat lainnya, Jatake diharapkan dapat menjadi alternatif akses bagi ribuan komuter setiap harinya. Sinergi antara KAI dan DJKA Kemenhub terus difokuskan pada uji kesiapan operasional demi menjamin standar keselamatan internasional bagi seluruh pengguna jasa kereta api di tanah air.
Volume penumpang yang terus melonjak drastis di lintas Rangkasbitung menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola transportasi massal. Data menunjukkan pada tahun 2024 jumlah pengguna mencapai 69.999.362 orang, yang kemudian meningkat lagi hingga melampaui 70,4 juta jiwa pada akhir tahun 2025. Pertumbuhan pengguna yang mencapai angka jutaan per tahun ini menunjukkan bahwa layanan Commuter Line merupakan nadi utama bagi mobilitas warga suburban. Bobby Rasyidin selaku Direktur Utama KAI menjelaskan bahwa kehadiran Stasiun Jatake adalah solusi jangka panjang untuk menjaga kenyamanan masyarakat di tengah tingginya permintaan transportasi publik.
“Pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi massal yang andal terus meningkat. Stasiun Jatake dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan itu dengan menghadirkan akses yang lebih dekat, perjalanan yang lebih tertata, serta distribusi penumpang yang lebih merata,” kata Bobby. Ia optimis bahwa dengan adanya stasiun ini, kelancaran mobilitas harian di koridor Tanah Abang hingga Rangkasbitung akan semakin terjamin. Stasiun Jatake dilengkapi dengan peron seluas masing-masing 6 meter dengan panjang 250 meter untuk memastikan keamanan penumpang saat menunggu maupun saat naik-turun kereta.
Dari segi fasilitas, stasiun ini dirancang untuk ramah bagi semua kalangan, termasuk fasilitas lift dan eskalator di gedung tiga lantainya. Luas bangunan yang mencapai 3.000 meter persegi memungkinkan tersedianya area publik yang lega bagi para penumpang selama menunggu jadwal kedatangan kereta. Anne Purba menyatakan bahwa setiap detail fasilitas dibangun untuk mendukung gaya hidup komuter yang dinamis namun tetap memperhatikan aspek kenyamanan. “Dengan penguatan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keandalan layanan, kehadiran Stasiun Jatake diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api,” tutup Anne mengakhiri keterangannya (Redaksi).

