Jakarta, 25 Desember 2025 – Konsep moda transportasi terintegrasi menjadi kunci daya tarik KA Lodaya yang melayani 644.336 penumpang sepanjang Januari–November 2025. Integrasi bukan hanya antara Whoosh dan KA Lodaya tetapi juga dengan transportasi lokal di setiap kota pemberhentian. PT Kereta Api Indonesia bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan konektivitas last-mile yang baik—dari ketersediaan angkutan umum, taksi, hingga layanan ride-hailing di sekitar stasiun. Sistem informasi terintegrasi memberikan panduan kepada penumpang tentang opsi transportasi lanjutan yang tersedia. Rangkaian Stainless Steel New Generation melengkapi ekosistem ini dengan standar kenyamanan tinggi. Integrasi multimoda menciptakan door-to-door journey yang efisien.
Kemudahan dalam seluruh journey sangat dihargai oleh penumpang modern. Anne Purba menjelaskan bahwa integrasi harus holistik mencakup semua touchpoint. “Melalui KA Lodaya, pelanggan dapat merencanakan perjalanan yang mengombinasikan kereta api antarkota dengan layanan kereta cepat Whoosh melalui konektivitas KA Feeder. Dalam satu rangkaian perjalanan, pelanggan bisa merasakan karakter dan vibes kota yang berbeda,” ujarnya. Penumpang tidak perlu khawatir bagaimana melanjutkan perjalanan setelah tiba di stasiun. Informasi yang jelas dan opsi yang beragam memberikan peace of mind.
Delapan stasiun terus meningkatkan konektivitas dengan transportasi lokal. Konektivitas dengan Whoosh memperkuat backbone sistem. Pergerakan seamless memberikan pengalaman superior. KAI berkomitmen terus mengembangkan integrasi multimoda yang komprehensif.
(Redaksi)

