Jakarta, 2 Desember 2025 – Kereta khusus Petani dan Pedagang resmi melayani 11 stasiun di lintas Commuter Line Merak, menjadikannya salah satu instrumen penting penggerak mobilitas perdagangan lokal di Banten. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan kereta ini sebagai bagian dari rangkaian Commuter Line yang beroperasi setiap hari, menghubungkan Rangkasbitung, Serang, Cilegon, hingga Merak. Layanan ini dirancang untuk mempermudah petani dan pedagang mengirim hasil panen, olahan makanan, dan kerajinan ke berbagai pasar tujuan secara terencana dan terjadwal. Desain interior dan bagasinya dimodifikasi oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng agar sesuai kebutuhan angkutan barang sekaligus penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan, Kereta Petani dan Pedagang melayani stasiun Rangkasbitung, Jambu Baru, Catang, Cikuesal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjong Baru, Cilegon, Krenceng, dan Merak. “Kereta ini dirancang oleh tenaga ahli kami di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Setiap detail disiapkan agar perjalanan aman, nyaman, dan tetap tertata, sehingga petani dan pedagang dapat memasarkan produk dengan lebih mudah,” jelas Anne. Dengan cakupan 11 stasiun, layanan ini menciptakan koridor distribusi baru yang menghubungkan sentra produksi dan pusat perdagangan di sepanjang jalur rel.
Kereta Petani dan Pedagang dirangkaikan pada 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari, terdiri dari 7 perjalanan Merak–Rangkasbitung dan 7 perjalanan Rangkasbitung–Merak. Penumpang khusus ini mendapatkan fasilitas tempat duduk dengan kapasitas 73 kursi serta ruang bagasi yang memungkinkan pengaturan barang lebih rapi. Pengguna boleh membawa maksimal dua koli berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm sehingga kapasitas gerbong tetap terkontrol. Sebelum beroperasi, sarana kereta telah melalui uji teknis, sertifikasi, dan penyesuaian akses naik-turun agar mobilitas di setiap stasiun berlangsung aman dan tertib.
Pada hari pertama layanan, 95 pengguna memanfaatkan Kereta Petani dan Pedagang dengan jenis barang bawaan didominasi produk makanan olahan, hasil pertanian, dan kerajinan untuk dipasarkan di Serang, Cilegon, dan Merak. Tarif yang diberlakukan sebesar Rp3.000 per perjalanan melalui skema PSO DJKA, membuat kereta ini semakin terjangkau bagi pelaku usaha kecil. Anne menegaskan, KAI melihat potensi besar dalam memperluas manfaat kereta ini bagi perdagangan lokal. Evaluasi rutin akan dilakukan bersama Pemerintah guna memastikan 11 stasiun yang dilayani benar-benar menjadi simpul mobilitas ekonomi rakyat.
(Redaksi)

