Jakarta, 9 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan Track Quality Index (TQI) hingga mencapai angka 5.554 pada triwulan pertama tahun 2025, mendekati kategori sempurna. Pencapaian ini menandai kualitas jalur rel yang semakin andal dan aman untuk operasional kereta api.
“Transformasi prasarana ini bukan sekadar pembaruan teknis, tetapi fondasi untuk masa depan. Kami ingin memastikan setiap perjalanan pelanggan berlangsung aman, andal, dan didukung teknologi terkini,” ujar Direktur Pengelolaan Prasarana KAI, Heru Kuswanto.
Heru menjelaskan bahwa peningkatan TQI dicapai melalui serangkaian program peremajaan, seperti penggantian rel, bantalan sintetis, dan pembaruan wesel menggunakan struktur beton.
Peningkatan kualitas jalur ini berdampak langsung pada peningkatan kecepatan operasi dan keselamatan perjalanan, yang sangat penting bagi kenyamanan pelanggan.
KAI juga mengintegrasikan teknologi digital dalam pemantauan kondisi jalur, menggunakan sensor dan aplikasi mobile untuk memastikan kondisi jalur tetap optimal.
Kualitas jalur yang membaik memperkuat daya saing KAI di sektor transportasi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan dari layanan yang lebih handal.
Heru menambahkan bahwa perbaikan ini sejalan dengan fokus pada aspek Reliability, Availability, Maintainability, Safety, and Services (RAMSS) dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan.
Keberhasilan ini juga menunjukkan komitmen KAI dalam membangun infrastruktur perkeretaapian yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
“Setiap kilometer rel yang kami perbaiki adalah wujud komitmen untuk menghadirkan transportasi yang lebih cepat, ramah lingkungan, dan cerdas. Di balik keheningan rel, ada kerja kolaboratif, teknologi, dan visi yang kami jaga,” tutup Heru.
Dengan kondisi jalur yang terus membaik, KAI optimistis dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat luas. (Redaksi)

