Jakarta, 9 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap program kerja modernisasi infrastruktur perkeretaapian untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

“Transformasi prasarana ini bukan sekadar pembaruan teknis, tetapi fondasi untuk masa depan. Kami ingin memastikan setiap perjalanan pelanggan berlangsung aman, andal, dan didukung teknologi terkini,” kata Direktur Pengelolaan Prasarana KAI, Heru Kuswanto.

Heru menjelaskan bahwa penerapan ESG mencakup aspek pengurangan emisi karbon, penggunaan energi terbarukan seperti panel surya, serta tata kelola yang transparan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

KAI telah memasang panel surya di 138 lokasi stasiun dan fasilitas operasional dengan kapasitas hampir 4.500 kW sebagai langkah nyata menurunkan jejak karbon perusahaan.

Selain itu, perusahaan melakukan digitalisasi proses perawatan prasarana untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi limbah operasional.

Program kerja berkelanjutan ini juga berfokus pada peningkatan keselamatan, kenyamanan pelanggan, dan pemberdayaan karyawan sesuai prinsip ESG.

Heru menegaskan bahwa integrasi ESG menjadi bagian penting dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk mendukung pembangunan nasional yang ramah lingkungan.

“Setiap kilometer rel yang kami perbaiki adalah wujud komitmen untuk menghadirkan transportasi yang lebih cepat, ramah lingkungan, dan cerdas. Di balik keheningan rel, ada kerja kolaboratif, teknologi, dan visi yang kami jaga,” tutup Heru.

Dengan pendekatan ini, KAI berkontribusi aktif dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *