Jakarta, 2 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang melestarikan batik dan budaya Jawa melalui pertunjukan musik gamelan di Stasiun Semarang Tawang pada Rabu, 2 Oktober 2025. Peringatan Hari Batik Nasional ini menghadirkan alunan gamelan yang syahdu di tengah aktivitas stasiun, menciptakan pengalaman budaya yang unik bagi para penumpang.

Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, menyampaikan bahwa ragam kegiatan batik ini merupakan salah satu bentuk komitmen KAI dalam melestarikan warisan budaya bangsa. “Kami ingin para penumpang dapat lebih mengenal dan mengapresiasi kekayaan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia. Melalui acara ini, KAI mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses membatik menggunakan canting dan sekaligus mengenal sejarah batik lebih dalam melalui berbagai kegiatan,” katanya. Menurutnya, pertunjukan gamelan menjadi pelengkap yang sempurna untuk menciptakan nuansa budaya Jawa.

Pertunjukan musik gamelan yang mengalun syahdu menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara ini. Alunan gamelan tidak hanya menjadi pengiring fashion show, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penumpang yang sedang menunggu keberangkatan, seolah membawa mereka menyelami akar budaya Nusantara di tengah perjalanan modern dengan kereta api. Musik tradisional ini menciptakan atmosfer yang kental dengan nilai-nilai budaya Jawa, memberikan kontras yang harmonis dengan kehidupan modern di stasiun.

Fashion show busana batik karya Wastra Batik yang diiringi alunan gamelan menampilkan filosofi batik sebagai simbol perjalanan rasa, selaras dengan tema Hari Batik Nasional 2025 “Merawit Rasa”. Lokakarya membatik menggunakan canting yang bekerja sama dengan Wastra Batik mengajak penumpang untuk mencoba langsung proses pembuatan batik tradisional dengan motif khas seperti Batik Semarangan, Pekalongan, Asem, Lurik, Madura, hingga tenun. Bazaar UMKM lokal yang melibatkan Ida Modiste, Anindya Batik, Katun Ungu, dan RDSHOP turut memeriahkan acara. Franoto menambahkan bahwa melalui acara ini, KAI berupaya untuk terus mendekatkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat dan penumpang, serta memperkuat identitas bangsa melalui pengenalan dan pelestarian batik sebagai warisan leluhur.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *