Jakarta, 01 Oktober 2025 – Upaya PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mendukung pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) tidak hanya berhenti pada bantuan modal. Melalui serangkaian program pelatihan, KAI memastikan para pelaku usaha mendapatkan bekal keterampilan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing, mulai dari strategi branding hingga kesiapan ekspor.

Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas pelaku UMK merupakan salah satu kunci untuk membuat usaha rakyat semakin tangguh. “Kereta api menjadi sarana transportasi, selain itu juga sebagai sahabat perjalanan ekonomi rakyat. Melalui program PUMK, kami berkomitmen agar usaha kecil di sekitar kita bisa naik kelas, membuka lapangan kerja, dan ikut berdaya dalam roda pembangunan bangsa,” jelasnya.

Program MiKA Next Class yang digagas KAI menjadi wadah utama bagi UMK untuk belajar. Berbagai pelatihan intensif diberikan, mulai dari manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga strategi branding. Selain itu, program Fast Track UMK Mitra KAI, Webinar BOOM! KAI, serta kegiatan UMKM Naik Kelas di Jawa Barat turut memperkuat keterampilan pelaku usaha.

KAI juga menyiapkan ruang bagi UMK untuk memahami mekanisme perdagangan internasional melalui pelatihan ekspor. Dengan dukungan ini, produk lokal diharapkan siap bersaing di pasar global, memenuhi standar internasional, serta mampu mengatasi tantangan regulasi di berbagai negara tujuan.

Sepanjang Triwulan III 2025, sebanyak 1.059 UMK telah mendapatkan manfaat dari program ini. Mereka berasal dari berbagai sektor seperti kuliner, kriya, hingga fesyen. Dengan adanya pembekalan keterampilan yang terstruktur, UMK mampu lebih mandiri dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, KAI juga membantu para mitra usaha untuk mendapatkan legalitas usaha, termasuk sertifikasi Halal, PIRT, BPOM, hingga Hak Kekayaan Intelektual. Dengan legalitas yang jelas, produk UMK lebih mudah dipercaya konsumen dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain pelatihan, KAI juga membuka ruang pemasaran melalui MiKA Creative Space, Bazar UMKM di stasiun, hingga pameran nasional. Dukungan ini menjadi ekosistem lengkap yang menghubungkan UMK dari tahap produksi hingga pemasaran.

Dengan rangkaian program tersebut, KAI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di sisi UMK, membimbing mereka menuju kemandirian dan daya saing global. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *