Jakarta, 9 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengedepankan prinsip Reliability, Availability, Maintainability, Safety, and Services (RAMSS) sebagai fokus utama dalam modernisasi prasarana perkeretaapian guna meningkatkan daya saing dan pendapatan perusahaan.

“Transformasi prasarana ini bukan sekadar pembaruan teknis, tetapi fondasi untuk masa depan. Kami ingin memastikan setiap perjalanan pelanggan berlangsung aman, andal, dan didukung teknologi terkini,” kata Direktur Pengelolaan Prasarana KAI, Heru Kuswanto.

Heru menjelaskan bahwa penerapan RAMSS menjadi kunci dalam pengelolaan dan pemeliharaan prasarana yang mampu menjamin keandalan operasional serta keselamatan perjalanan.

Dengan meningkatkan aspek-aspek RAMSS, KAI mampu menekan risiko gangguan operasional, mengurangi downtime, dan memperpanjang umur prasarana kereta api.

Program transformasi ini juga melibatkan digitalisasi perawatan dan pengawasan kondisi jalur dengan teknologi sensor dan aplikasi mobile yang memungkinkan monitoring secara real-time.

Selain aspek teknis, fokus RAMSS juga berdampak pada peningkatan layanan pelanggan yang lebih aman, nyaman, dan tepat waktu.

Heru menegaskan, transformasi ini sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang menargetkan pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan pendapatan.

Modernisasi infrastruktur dengan RAMSS diharapkan mendukung posisi KAI sebagai perusahaan perkeretaapian nasional yang berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun global.

“Setiap kilometer rel yang kami perbaiki adalah wujud komitmen untuk menghadirkan transportasi yang lebih cepat, ramah lingkungan, dan cerdas. Di balik keheningan rel, ada kerja kolaboratif, teknologi, dan visi yang kami jaga,” tutup Heru.

KAI terus berinovasi dan memperkuat fondasi infrastruktur demi memastikan transportasi kereta api menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *