Palembang, 6 Desember 2025 – Menghadapi potensi gangguan prasarana akibat curah hujan yang tinggi, KAI Divre III Palembang menyiapkan rangkaian peralatan teknis lengkap untuk mendukung penanganan cepat di lapangan. Persiapan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengamanan jalur selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Peralatan tersebut meliputi AMUS (Angkutan Material Untuk Siaga) yang berisi material tanggap darurat seperti karung penahan erosi, bantalan kayu, ballast, rel bekas, hingga penambat dan plat sambung. Seluruh perlengkapan ini ditempatkan di lokasi strategis agar mudah dijangkau saat kondisi darurat.
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menekankan pentingnya kesiapan peralatan dalam menghadapi kemungkinan perubahan struktur jalur akibat tekanan hidrologi. Menurutnya, kecepatan respons menjadi faktor penentu keselamatan operasional.
“Peralatan dan material yang kami siapkan bukan hanya untuk memperbaiki, tetapi untuk mencegah. Semakin cepat kami merespons kondisi di lapangan, semakin besar peluang keselamatan perjalanan KA tetap terjaga,” ujar Aida.
Selain AMUS, Divre III juga menyiapkan KPJR yang berfungsi sebagai kereta khusus perawatan jalur. Kehadiran KPJR memudahkan mobilisasi petugas menuju titik rawan tanpa perlu menunggu peralatan dibawa secara konvensional.
Peralatan tambahan seperti genset, lampu sorot, chainsaw, alat bor rel, alat potong rel, dan terpal juga disiapkan untuk mendukung pekerjaan teknis pada malam hari maupun cuaca gelap. Keterlibatan alat-alat ini sangat penting pada situasi darurat.
Divre III memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap pakai dengan pemeriksaan berkala untuk memastikan tidak ada kendala teknis saat digunakan. Sistem pengecekan berlapis diterapkan agar seluruh fungsi peralatan tetap optimal.
Dengan kesiapan sarana teknis yang lengkap, Divre III menargetkan penanganan cepat terhadap potensi gangguan di jalur selama musim hujan. Persiapan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran perjalanan kereta api di tengah kondisi cuaca yang tidak stabil. (Redaksi)

