Jakarta, 17 Oktober 2025 — KA Jarak Jauh Parahyangan tetap menjadi andalan KAI Group dalam melayani rute Jakarta–Bandung. Moda ini dipilih masyarakat karena menawarkan perjalanan langsung, nyaman, dan tepat waktu, meskipun kini alternatif kereta cepat Whoosh semakin populer.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menekankan pentingnya menjaga relevansi layanan KA Parahyangan bagi masyarakat.
“Jakarta dan Bandung kini memiliki pilihan transportasi yang beragam, mulai dari layanan KA lokal aglomerasi, KA Jarak Jauh Parahyangan, hingga kereta cepat Whoosh. Seluruh moda tersebut terintegrasi dengan layanan lanjutan seperti LRT dan transportasi perkotaan lainnya, sehingga mobilitas masyarakat semakin mudah dan efisien,” ujar Anne.
KA Parahyangan mencatat pertumbuhan penumpang signifikan, dari 472.535 pada periode Januari–September 2024 menjadi 655.345 pada periode yang sama 2025. Peningkatan ini menunjukkan konsistensi KAI Group dalam menghadirkan moda andalan lintas Jakarta–Bandung.
Selain perjalanan nyaman, KAI juga mengembangkan fasilitas, digitalisasi tiket, dan peningkatan pengalaman pelanggan untuk menjaga kepuasan penumpang Parahyangan.
KAI Group melengkapi layanan dengan angkutan terusan hemat melalui KRL, KA Walahar, dan KA Cibatuan, membuat perjalanan tetap inklusif dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Keberadaan integrasi antarmoda ini turut mendukung mobilitas ekonomi, wisata, dan investasi di wilayah Jawa Barat.
Pertumbuhan jumlah penumpang menunjukkan bahwa meski ada alternatif baru, KA Parahyangan tetap memiliki basis penumpang setia yang menghargai perjalanan nyaman dan aman.
“Momentum 10 tahun KCIC juga menjadi refleksi bahwa integrasi transportasi antarmoda di Indonesia telah berkembang pesat dan berdampak semakin terasa. KAI Group akan terus memperkuat kolaborasi, memperluas akses, serta memastikan seluruh layanan mendukung keberlanjutan ekonomi nasional,” tutup Anne. (Redaksi)

