Jakarta, 29 Oktober 2025 – Dukungan terhadap pemerataan akses transportasi aglomerasi antarkota diberikan melalui ekspansi jangkauan layanan KA Bandara Adi Soemarmo. PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk memastikan manfaat transportasi berbasis rel dapat dinikmati oleh masyarakat di berbagai wilayah, bukan hanya di pusat-pusat kota besar. Pemerataan akses ini sejalan dengan prinsip keadilan sosial dan inklusivitas dalam penyediaan layanan publik.
Strategi pemerataan akses dilakukan melalui penambahan stasiun di lokasi strategis yang sebelumnya kurang terlayani. Stasiun Palur dan Caruban dipilih dengan pertimbangan untuk memperluas aksesibilitas kepada komunitas yang lebih luas. Tarif yang terjangkau memastikan layanan tidak hanya untuk kalangan tertentu tetapi dapat diakses oleh berbagai lapisan ekonomi. Frekuensi layanan yang memadai memastikan ketersediaan transportasi sepanjang hari untuk berbagai kebutuhan perjalanan.
Dampak pemerataan akses dirasakan oleh masyarakat dalam berbagai bentuk. Peluang ekonomi menjadi lebih merata ketika mobilitas tidak lagi menjadi hambatan. Akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan di kota-kota besar menjadi lebih mudah bagi masyarakat di wilayah pinggiran. Kesenjangan pembangunan antarwilayah dapat dikurangi melalui konektivitas yang lebih baik. Integrasi sosial meningkat ketika interaksi antarwilayah menjadi lebih mudah dan sering.
“Sebagai bagian dari sistem aglomerasi, KA BIAS berperan strategis dalam mendukung konektivitas antarkota,” kata Feni Novida Saragih, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta. Dukungan terhadap pemerataan akses ini menjadikan transportasi aglomerasi tidak hanya infrastruktur ekonomi tetapi juga instrumen keadilan sosial yang penting.
(Redaksi)

