18 November 2025 – Keputusan Jonatan Christie mundur dari Pelatnas PBSI pada Mei lalu sempat membuatnya tidak memikirkan peluang tampil di BWF World Tour Finals 2025. Fokus utamanya kala itu bukanlah mengejar turnamen elit akhir tahun, melainkan mencari ritme baru sebagai atlet profesional sekaligus mendekatkan diri pada keluarga. Namun perjalanan selama beberapa bulan terakhir justru membawanya ke posisi yang tidak disangka, yakni memiliki peluang besar lolos ke ajang bergengsi tersebut.
Jonatan, yang kini berstatus sebagai atlet non-Pelatnas, mengakui bahwa langkah meninggalkan Cipayung bukan keputusan kecil. Ia harus menata ulang banyak hal, termasuk pola latihan, recovery, dan pembiayaan turnamen. Karena itu, ia tidak pernah menjadikan World Tour Finals sebagai target utama. Saat itu, kondisi cedera yang masih terasa membuatnya lebih memprioritaskan pemulihan dan menemukan formula latihan terbaik bersama tim barunya.
“Setelah keluar dari Pelatnas, memang tidak ada fokus ke World Tour. Saya ingin mencari formula yang pas dulu sambil memulihkan cedera. Tidak ada pikiran harus sampai ke World Tour Finals,” ungkap Jonatan ketika ditemui di PB Tangkas.
Meski begitu, diskusi dengan pelatihnya, Vicky Angga Saputra, tetap dilakukan untuk menentukan tujuan realistis sepanjang tahun. Jonatan menegaskan bahwa target itu bukan tuntutan wajib, melainkan acuan untuk belajar dan berkembang di setiap turnamen yang ia jalani. Evaluasi dilakukan setelah setiap pertandingan, dan dari situlah motivasinya tumbuh ketika melihat peluang tampil di World Tour Finals semakin terbuka.
Perjalanan Jonathan sebagai atlet profesional membawa tantangan tersendiri. Tanpa dukungan penuh dari Pelatnas, ia harus menanggung biaya perjalanan dan akomodasi sendiri. Hal ini membuatnya berpikir lebih strategis dalam memilih turnamen yang akan diikuti, sembari mengejar hadiah uang sebagai modal untuk kompetisi berikutnya. Meski berat, Jonatan menjalani proses ini dengan komitmen penuh.
“Kalau sudah di luar Pelatnas, soal budget jelas harus dipikirkan. Ada biaya sendiri. Makanya tujuan saya sekarang adalah memaksimalkan setiap kesempatan untuk mengumpulkan dana yang nantinya dipakai buat keberangkatan ke turnamen-turnamen berikutnya,” jelasnya.
Kini, peluang Jonatan untuk tampil di BWF World Tour Finals berada di angka yang sangat besar. Ia menempati peringkat enam dengan 78.520 poin, sementara pesaing terdekatnya seperti Kodai Naraoka dan Lin Chun-Yi membutuhkan hasil final dan juara di dua turnamen tersisa untuk bisa menyalip. Melihat undian pertandingan, Jonatan juga menilai peluangnya semakin terbuka karena Kodai dan Lin diprediksi bertemu lebih awal di babak delapan besar.
“Kalau saya hitung, peluang saya sekitar 90 persen untuk main di World Tour Finals. Kodai dan Lin harus bisa final dan juara di Jepang serta Australia, dan mereka pun ketemu di delapan besar. Jadi peluang saya makin besar, walau belum resmi,” ujar Jonatan.
Tampil di World Tour Finals tentu akan menjadi pembuktian bagi Jonatan Christie bahwa langkahnya keluar dari Pelatnas bukanlah keputusan yang menghambat kariernya. Justru, hal itu membuka jalan baru yang membuatnya lebih matang, mandiri, dan semakin termotivasi untuk terus bersaing di level tertinggi. (Redaksi)

