Jakarta, 2 Oktober 2025 – Peringatan Hari Batik Nasional 2025 menjadi momentum bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menggarisbawahi kontribusi nyata perusahaan dalam pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah. Sepanjang periode Januari hingga September 2025, KAI telah melibatkan sebanyak 1.059 UMKM dalam berbagai kegiatan, termasuk pengrajin batik yang berpartisipasi dalam Pameran Gelar Batik Nusantara 2025.
Keterlibatan UMKM dalam ekosistem KAI bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari strategi perusahaan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus melestarikan warisan budaya. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM sejalan dengan visi KAI untuk tumbuh bersama dengan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
“Setiap helai batik adalah cerita, setiap motif adalah doa. Dengan bangga kami hadirkan batik dalam wajah pelayanan KAI sekaligus menggerakkan ekosistem UMKM yang tumbuh bersama kami. Batik merawit, merajut kebanggaan negeri,” tutur Anne. Pernyataan ini menggambarkan bahwa pelestarian batik tidak hanya dilakukan melalui penggunaan dalam seragam dan ornamen, tetapi juga melalui pemberian ruang dan kesempatan bagi para pengrajin untuk berkembang.
Penerapan batik dalam seragam frontliner yang dirancang oleh Anne Avantie sejak Desember 2022 menjadi contoh konkret bagaimana KAI mengintegrasikan budaya dalam operasional sehari-hari. Motif Sawunggaling dan Truntum berwarna biru navy kini menjadi identitas petugas yang melayani jutaan penumpang di seluruh Indonesia. Interior gerbong kereta juga dihiasi dengan motif Mega Mendung khas Cirebon, sementara stasiun-stasiun dipercantik dengan ornamen batik daerah. Pada momentum Hari Batik Nasional ini, seluruh pegawai KAI yang bertugas di kantor mengenakan batik sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa yang telah diakui UNESCO.
(Redaksi)

