21 April 2026 – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan kembali mencuat, kali ini melibatkan selebgram Fujianti Utami Putri. Ia secara terbuka menyampaikan kekecewaan dan kemarahannya setelah mengetahui dugaan tindakan tidak jujur yang dilakukan oleh mantan pegawainya. Perkara ini terungkap saat Fuji memberikan keterangan kepada pihak kepolisian di Polres Metro Jakarta Selatan.
Bagi Fuji, persoalan ini bukan sekadar soal kerugian materi. Ia menegaskan bahwa yang paling menyakitkan adalah hilangnya kepercayaan terhadap orang yang pernah bekerja bersamanya. Selama ini, ia merasa telah memberikan kepercayaan penuh, namun justru berujung pada dugaan tindakan yang merugikan dirinya secara pribadi maupun profesional.
Dalam keterangannya, Fuji mengungkap adanya indikasi kerja sama antara mantan pegawai tersebut dengan pihak lain di lingkaran kerjanya. Ia menyebut praktik manipulasi dalam pengelolaan pekerjaan, khususnya terkait proyek endorsement. Menurutnya, sejumlah dana dari brand yang seharusnya menjadi haknya justru dialihkan tanpa sepengetahuannya.
Lebih jauh, Fuji juga menyoroti tindakan yang dinilai melanggar etika, yakni penyebaran percakapan pribadinya. Ia mengaku sejumlah chat pribadi diduga disebarkan tanpa izin, yang kemudian digunakan sebagai bahan candaan oleh pihak terkait. Hal ini semakin memperdalam rasa kecewa yang ia rasakan.
Tidak hanya itu, dugaan penyalahgunaan barang pribadi juga menjadi bagian dari laporan. Fuji menyebut beberapa aset miliknya, termasuk perlengkapan kerja, digunakan tanpa persetujuan saat dirinya sedang berada di luar kota. Bahkan, ada indikasi barang-barang tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh pihak yang bersangkutan.
Kasus ini juga menyeret aspek moral dan tanggung jawab keluarga. Fuji menyampaikan harapannya agar keluarga dari terlapor dapat memberikan pembinaan yang lebih baik, mengingat dampak dari tindakan tersebut tidak hanya bersifat hukum, tetapi juga menyangkut nilai-nilai kepercayaan dan etika.
Terkait penyelesaian kasus, Fuji mengambil sikap tegas. Ia memastikan tidak akan menempuh jalur damai dan memilih untuk melanjutkan proses hukum hingga tuntas. Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk mencari keadilan sekaligus memberikan efek jera.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia kerja, terutama yang melibatkan kepercayaan tinggi seperti pengelolaan bisnis personal dan endorsement, transparansi serta integritas memegang peranan penting. Bagi Fuji, kasus ini bukan hanya soal kerugian, tetapi juga pelajaran tentang pentingnya menjaga batas profesional dan kehati-hatian dalam mempercayakan tanggung jawab kepada orang lain. (Redaksi)

